Posts Tagged kejahatan

Pasopati

Ketika itu kau tiada, kemudian muncul dan menjadi
Ruh mu adalah harapan : warga kota yang ingin keteraturan
Tubuh mu adalah kebanggaan : ikon pariwisata bumi priyangan
Namun, ketika gelap datang, kau tidak bisa berbuat apa
 
Kau tahu penusukan tadi pagi?
Seorang Taruna Angkatan Udara Muda
Dipunggungnya ada harapan
Dikepalanya ada penghormatan,
tapi ia mati pagi tadi
 
Kau tahu perasaan ibunya?
Yang ingin melihat dia besar dan tegap,
melintas langit-langit katulistiwa
 
Nahas, harapan itu hilang
Tubuh itu lenyap
Jiwa itu kembali
di pasopati, pagi tadi

Ferry Fadillah. Bandung, 27 Desember 2013

Advertisements

, , , , ,

Leave a comment

Hukum Kekekalan Kejahatan :Orang Jahat Akan Selalu Ada, Itu Pasti!

"siang dan malam, kejahatan akan selalu ada"

Masihkah anda ingat pelajaran SMP mengenai Hukum Kekekalan Energi yang berbunyi : ”Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan.” Memang hukum ini masih mengundang kontrovesi, dari kalangan ilmuwan sendiri ada yang pro dan kontra, tapi biarlah mereka yang memiliki kapasitas sebagai ilmuwan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, kita–sebagai awam–hendaknya menunggu dan meyakini teori yang paling rasional dan ilmiah saja.

Saya sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Saya hanya terinspirasi oleh Hukum yang dikemukakan oleh James Prescoot Joule tersebut. Setelah memutar otak beberapa lama saya pun dengan berani menyatakan sebuah hukum, yaitu Hukum Kekekalan Kejahatan.

“Kejahatan dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain serta berpindah dari satu manusia ke  manusia lain tetapi kejahatan tidak bisa diciptakan (oleh Tuhan) ataupun dimusnahkan (oleh Tuhan).” Kurang lebih beginilah hukum yang keluar dari otak saya ini. Mungkin anda berpikir bahwa hukum ini adalah sebuah lelucon, sesat bahkan bodoh. Oleh karena itu marilah kita kaji secara mendetail.

Meninjau Hukum Kekekalan Kejahatan

“Kejahatan dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain…”

Sebenarnya hal ini jelas bagi kita. Kita ambil contoh bentuk kejahatan terhadap Tuhan yang dinamakan syirik (mempersekutukan Tuhan dengan makhluk lain). Pada zaman Jahiliyah dahulu di jazirah arab, bentuk kejahatan ini dengan jelas tercermin dengan perbuatan orang arab yang menyembah berhala. Sekarang tentu seorang muslim tidak akan terang-terangan menyembah berhala, tetapi bentuknya lebih canggih lagi, seperti mempercayai sebuah benda kecil memiliki kekuatan tertentu, mempercayai ramalan primbon, mempercayai kartu tarot, mempercayai ramalan ‘dukun artis’ dan yang sekarang lagi trend adalah horoscope. Bentuknya beragam, mulai dari yang sifatnya mistik sampai yang dipoles dengan gaya anak muda sehingga dianggap sebagai trend zaman modern.

“…berpindah dari satu manusia ke manusia lain…”

Kita ambil contoh kehidupan di dunia pendidikan. Ada seorang guru dan beberapa murid. Seorang penjahat intelek tentu akan dengan mudahnya mendoktrin masyarakat awam– yang tidak berfikir kritis. Mereka akan dengan mudahnya meng-aminkan segala macam ajaran guru penjahatnya, semenjak ajarannya seolah-olah ilmiah dan rasional. Alhasil, mereka akan melakukan segala tindak kejahatan yang dilakukan guru penjahat mereka, misal : perompakan kapal, pemerkosaan berjamaah, perampokan toko emas, aliran sesat dan seabagainya.

“…tetapi kejahatan tidak bisa diciptakan (oleh Tuhan)..”

Anda pasti setuju jika saya berkata bahwa Tuhan itu Maha Baik. Dan anda pasti akan men-cap saya sebagai seorang yang sesat apabila saya mengatakan Tuhan itu Maha Jahat. Doktrin agama pada umunya selalu menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang baik, dan segala keburukan yang menimpa kita selalu dilimpahkan sebagai kesalahan kita sendiri. Dari pemahaman ini saja kita tentu setuju bahwa Segala Yang Baik tentu tidak akan pernah menciptakan kejahatan. Namanya saja Segala, pasti tidak ada pengecualian.

“…ataupun dimusnahkan (oleh Tuhan)…”

Saya sempat bingung sendiri dalam mengkaji kalimat ini. Akhirnya saya teringat akan kisah Iblis yang tidak menuruti perintah Tuhan untuk bersujud kepada manusia. Disini, apakah Tuhan tidak memiliki kuasa agar Iblis bersujud kepada manusia? Jika kita ibaratkan Iblis sebagai simbol kejahatan, apakah Tuhan tidak memiliki kekuatan untuk memusnahkan cikal bakal kejahatan di muka bumi tersebut? Tentu kita sudah sepakat bahwa Tuhan itu Maha Mengetahui apa yang tidak ketahui, dan Tuhan itu Maha adil.

Di dalam kasus ini, menurut saya, Iblis telah diberi kebebasan oleh Tuhan untuk memilih jalannya sendiri, menjadi makhluk mulia atau menjadi makhluk terkutuk. Dan menurut ajaran di dalam kitab suci, ternyata iblis menggunakan hak memilihnya untuk menjadi makhluk terkutuk.

Jadi–masih menurut saya–Tuhan itu memang memiliki kekuasaan untuk menghancurkan segala kejahatan di muka bumi, tapi Dia memberikan kita hak untuk memilih menjadi jahat atau baik. Tuhan memfasilitasi mereka, yang menggunakan hak memilih untuk menjadi orang baik , dengan diturunkannya Kitab suci melalui nabi-nabi.

Inti Hukum Kekekalan Kejahatan

Hukum ini jelas menggambarkan bahwa kejahatan di dunia itu akan selalu eksis sampai kapanpun, karena memang itu hukumnya. Mungkin anda kurang sependapat atau bagaimana, yang jelas ini hanya pemikiran saya—yang masih butuh banyak belajar.

Dengan adanya kepastian ini, maka orang-orang yang selalu mengganggap dirinya paling shaleh dan paling suci harus lebih berhati-hati lagi dan harus lebih rendah diri, mungkin saja sekarang mereka shaleh tapi bagaimana dengan mereka di masa depan. Masa depan itu masih absurb dan ghaib. Apakah kita bisa menjamin mereka akan selalu hidup dalam keshalehan mereka ?

Bagi para pendakwah, hukum ini bukanlah sebuah angin pesimistis, hanya saja saya berusaha memutar otak para pendakwah yang selalu berambisi ( dalam arti yang negatif) dalam berdakwah, kapanpun dan dimanapun selalu berdakwah, dan terkadang menyakiti hati orang yang di dakwahkan. Memang perkataannya benar, tapi apakah cara yang digunakan sudah baik? Benar bukan berarti baik, dan baik sudah pasti benar. Akan selalu adanya orang jahat di dunia, maka gunakan pula cara berdakwah yang baik, bukan malah menjadi bagian dari keburukan.

Saya pernah bertanya kepada seorang ustadz, “Pak, jika melihat bahwa kejahatan itu akan selalu ada sampai hari kiamat nanti. Apakah yang seharusnya pendakwah lakukan hari ini?”

Dengan bijak beliau berkata, “Nabi nuh beratus-ratus tahun berdakwah, tapi hanya sekitar 70-an orang pengikutnya. Berdakwah tiada henti tetap semangat dan sabar serta mohon pertolongan Allah.”

Berdakwah itu wajib. Jadi kewajiban itu tidak akan hilang sampai kapan pun. Justru klo dah mendekati kiamat tambah banyak orang jahat karena ilmu akan dicabut dari manusia. Jadi pendakwah saat ini harus terus berdakwah”, tambah teman saya yang pernah menikmati suasana pesantren di Purworejo, Jawa Timur.

Sekarang semuanya tergantung anda.

Ferry Fadillah, Denpasar, 29 April 2010

, , , , , ,

10 Comments