Posts Tagged bakti

Foto Ibu

"Foto Ayah dan Ibu"

Aku melihat wajah ibuku dalam foto usang yang tersimpan dalam dompet keringku. Wajahnya tersenyum ketika seorang lelaki gagah berkulit coklat dan berkumis tebal merangkulnya tepat di bahu. Sejenak aku menunduk dan mengingat masa-masa indah ketika menjadi anak kecil yang selalu diberi asupan vitamin kasih sayang darinya. Tetes air mata terkadang menganak sungai dipipiku ketika mengingat getir kehidupannya dalam mempertahankan kehidupan sang durhaka ini yang telah banyak mengecewakan hidupnya. Nilai yang jelek, keinginan yang memaksa dan ketidak bersyukuran akan situasi.

Akhirnya saat ini kesadaranku telah terbuka, akan kebenaran-kebenaran ajaran beliau yang pada saat itu aku anggap sebagai cara berpikir yang salah dari sistem pendidikan seorang tua. Dan demi kebenaran alam raya aku katakan, bahwa semua ajarannya, petuahnya adalah benar.

Hanya bakti dan pengabdian yang kini belum aku kerjakan. Bak seorang dewi padi yang memberi kedamaian di tanah yang disinggahinya, tentu seorang anak harus memberi ‘sesaji’ dalam altarnya yang megah, walau secara kasat mata ia tidak berbicara maupun bertindak, tapi dalam hatinya tentu ia aka senang dan bangga akan persembahan anaknya itu. Tetes air mata pun akan mengalir, bukan tetes kekecewaan tapi tetes kebanggaan, ketika anaknya telah menjadi manusia yang lepas dari belenggu kemiskinan dan ketidak berdayaan serta bisa mempersembahkan sesuatu kepada asalnya, Ibu.

Ferry Fadillah

Bali, 26 Maret 2011

Advertisements

, ,

2 Comments