Dungu

Aku adalah kebahagiaan yang hidup tenang dalam kedunguan. Semua yang kukerjakan hanyalah urusan administrasi ritmik yang tidak memerlukan analisis hebat. Ada atau tidak ada diriku orang lain berjejer dengan mudah menggantikan. Bahkan oleh algoritma komputer. Itu pun bila kantor inisiatif untuk mengadakannya.

Di sini orang-orang berlomba memamerkan hasil usaha mereka: foto rapat, foto monitoring, foto sosialisasi, foto upacara dan foto senam. Foto-foto itu dihambur di sosial media dengan narasi indah seolah masyarakat peduli dengan apa yang mereka lakukan. Namun entah sumbat apa dalam telinga mereka, sedungu apapun tampilan sosial media yang katanya official itu orang-orang akan tetap tidak tertarik. Rakyat perlu kerja nyata. Perut kenyang. Iklim usaha yang kompetitif.

Tapi apa urusannya ekonomi politik dibenak mereka? Hari-hari hanyalah kerja ritmik. Kerja, pulang, kelonan, ngemong anak, terima gaji, tidur, repeat. Cita-cita hanya sebatas cuti ke luar negeri atau membeli rumah untuk pensiun. Sudah. Tidak kurang tidak lebih. Kerja patuh, aman dan nyaman.

Jakarta, 14 Februari 2020

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: