Sempurna

–Untuk yang berpikir bahwa hidup itu sempurna

Ada dua warta
Pak Karna mati siang tadi
tubuhnya kaku di emper toko;
Bu Ani digesper suaminya
mukanya lecet penuh luka.

Sebenarnya ada tiga, empat, lima…
Ujungnya luka
Muaranya alpa

Rabu, Mas Parman mampus,
mulut berbusa racun tikus
Selasa ia punya pinta:
Ku ingin lupa, Ka..

Masih kau pikir
hidup itu sempurna?

Luka bak basuhan
dari air gerbang utara
Bulirnya dirajut sutra
Jernihnya melebihi kaca

Diri dicelup dalam tempayan
diputar ke kiri dan ke kanan,
dibalik dan digosok,
dihardik bila berontak,
dicengkram bila melunjak

Diri butuh berserah
Ikuti pasrah
Tanpa keluh kesah
Pada saatnya nanti
Diri kan bercahaya

Bilamana cahaya ada?
Suka duka itu sama
Tak perlu lagi risau
Semua akan selesai..

“Wahai nafs yang tenang.
Kembalilah kepada Tuhanmu
Dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya”

Kuta, 23 November 2017. Ferry Fadillah

Advertisements

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: