Kenapa kami tidak pergi jauh waktu itu?

Sabtu, minggu adalah waktu senggang yang selalu datang. Tapi ketika hari itu hadir kami hanya bisa duduk termangu. Apa yang harus kami lakukan? Mondar-mandir sekitar masjid, kantor dan pantai adalah kegiatan yang jamak. Maka, saat ayam berkokok di senin subuh hadirlah penyesalan. Kenapa kami tidak pergi jauh waktu itu?

Berpergian adalah ritual mingguan. Orang-orang pergi berjejalan di pusat belanja, taman kota atau pusat atraksi. Mereka membawa keluarga, kerabat atau pacar. Semakin mereka pergi jauh, semakin mereka berkonsumsi, semakin cepat uang berputar dari mereka kepada produsen barang dan jasa. Perekonomian tumbuh. Begitu harapan pemerintah.

Macetnya jalan, tumpah ruah pedagang musiman, polusi udara, sampah plastik adalah sampingan dari ritual mingguan itu. Tapi itu semua bukan masalah besar. Tujuan mereka adalah datang menuju pusat-pusat itu. Berfoto ria dengan gawai terkini. Mengunggah potret bahagia atau yang seolah-olah bahagia di media sosial dan begitulah mereka bereksistensi. Aku berfoto maka aku ada!

Pemerintah juga tidak ambil pusing. Rasio meningkatnya volume kendaraan bermotor dibanding ruas jalan bukanlah data yang menarik. Pusat-pusat wisata baru dibuka, pantai-pantai diberi jalan yang mulus, warung-warung diberi tempat, promosi disebarkan besar-besaran. Wisatawan berjejalan datang. Dengan bus, mobil, motor. Memenuhi ruas jalan, memadati lalu lintas, polisi bertambah waktu lembur, dan pemerintah menambah pundi-pundi pajak. Dari restoran, dari hotel dari perdagangan, dari jasa perjalanan.

Mungkin bagi mereka. Tidak apalah tanah pertanian susut. Toh hasil tani bisa dibeli dari pulau lain. Tidak apalah kota menjadi padat, toh semakin banyak pengunjung, semakin makmur para warga.

Nosstress, band indie asal Bali yang giat menentang reklamasi teluk Benoa, pernah menulis sebuah lirik bagus untuk mengkritisi kota tempat mereka tinggal:

Lirik Lagu Ini Judulnya Belakangan

Bali aku tinggal sebentar ya,

aku mau ke Jogjakarta

aku mau nyanyi seperti biasanya

Bali aku pergi sebentar ya,

pergi dari jalanmu yang mulai macet

mulai nggak nyaman, mulai…

Bali aku pergi sebentar ya,

pergi dari pantaimu yang katanya indah

yang disekelilingnya berdiri hotel megah, wah

Bali aku pergi sebentar ya,

pergi dari alammu yang katanya asri

asri sebelah sana, eh sebelah sini enggak

Esok ku kembali semoga

esok ku kembali semoga pemimpin menambah prestasi

bukannya menambah BALIHO

Esok ku kembali semoga

esok ku kembali semoga

beton tak tumbuh lebih subur daripada pepohonan

uuuiiuuuuu,,,,uiuu,,,,

Apakah hanya Bali yang perlu dikritisi, bagaimana dengan Bandung, Jabodetabek, Priyangan Utara, Priyangan Selatan, Tengerang Selatan, Surabaya dan kota-kota lain yang semakin bergeliat untuk tumbuh. Mencampakan pertanian dipunggung mereka dan memandang perdagangan dan jasa sebagai sebuah jalan menuju kemakmuran. Apakah mereka kira bisa melawan modal besar yang masuk perlahan-lahan ke dalam kota mereka. Menaikan harga lahan, mengubah pola hubungan sosial dan mencampakan putra daerah sebagai petugas-petugas jaga perusahaan besar di tanah mereka sendiri.

Kenapa kami tidak pergi jauh waktu itu?

Sebenarnya kami tidak menyesal. Kami hanya enggan untuk tumbuh. Kalau ternyata pertumbuhan itu menghancurkan kami dari dalam. Yang kami butuhkan adalah kesejahteraan. Cukup sandang, pangan, papan. Cukup ruang dan waktu. Cukup tenaga untuk berkerja sama, bahu membahu saling membantu, berkesenian dan mengunjungi kerabat.

Bungkus saja modal besarmu, gedung-gedungmu, hotel-hotelmu, bawa itu pergi jauh-jauh. Kami butuh bumi yang dulu, yang suci lagi telanjang, bukan manusia dengan pakaian, yang haus akan kuasa.

Ferry Fadillah. Kuta, 23 September 2017

 

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: