Waktu

​Adalah waktu yg membuatku takut

Diri sering menyangkal perubahan

Menutup mata dan berkata, “Semua seperti sedia kala..”

Namun, bumi terus bergeser, kawan datang dan pergi, dan rumah-rumah hilang entah kemana

Adalah waktu yg membuatku ngeri

Sering dalam doa aku berkata, “seandainya begini…”

Namun kenyataan begitu pahit seperti paria

Dan kita harus menelannya dengan senyum dan sabar

Begitu kata bijak bestari

Adalah waktu yg selalu membawa sendu

Rindu tidak mampu menebusnya

Rasa sesal hanya menguras air mata

Dan waktu begitu dingin

Ia tidak mau mendengar alasan-alasan

“Asu!”, umpatnya, ketika kita banyak mengeluh.

Ferry Fadillah, Februari 2017

Advertisements
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: