Pangeran Kecil

“All grown ups were once children.. but only few of them remember it”

Antoine de Saint-Exupery

Aku mengucapkan terimakasih kepada Antoine de Saint-Exupery yang telah menginspirasi Mark Osborne untuk memproduksi film animasi inspiratif berjudul The Little Prince (2015). Film yang merupakan karya adaptasi dari novel grafis Le Petit Prince (1943) ini benar-benar telah membawaku kepada sebuah kesadaran baru.

Masa kanak-kanak dengan segala petualangan dan imajinasi sering kali dianggap tidak penting oleh orang dewasa. Menggambar, melukis, menyusun balok, bermain layangan, melihat bintang di tengah malam adalah kumpulan kegiatan yang tidak relevan dengan masa depan seorang anak. Apalagi kini, ketika kapitalisme telah berhasil mendobrak setiap jiwa manusia, masa depan cemerlang digambarkan sebagai sosok manusia dewasa disiplin dengan pekerjaan tetap dan uang untuk kesenangan.

Setelah membaca novel dan menonton film itu, aku mulai menjelajah kembali ingatan masa kecil. Ketika kebahagiaan adalah membaca buku di atas pohon kersen di depan masjid di tengah komplek. Menyusuri kali di bilangan Antapani sambil mengumpulkan ikan impun ke dalam botol kratingdeng. Berlarian di pinggir sungai Cidurian sambil mengamati pohon buah yang tumbuh liar: jambu air, jambu monyet, dan jambu biji. Lamunan-lamunan horor tentang monster menyerupai dinosaurus yang bersemayam disungai itu padahal permukaan air hanya sebatas pinggang orang dewasa. Dan gelak tawa bersama sahabat kecil ketika membuat rangkaian cerita bergambar di lorong sekolah. Ingatan-ingatan ini adalah kesadaran itu. Bahwa petualangan kecil dengan daya imajjinasi yang kuatlah sumber keceriaan diriku, bahkan semua anak di seluruh dunia.

Tumbuh dewasa adalah kepastian. Seiring dengan bertambahnya usia, maka masalah hidup juga akan bertambah. Suatu saat masalah itu datang dari orang tuamu. Sosok penyayang yang begitu kau kagumi. Namun, suatu saat sosok ini akan mengecewakanmu. Dan pada saat itulah kau sadar bahwa mereka juga manusia yang terkadang berbuat salah. Atau ketika kau beranjak remaja. Masalah timbul dalam bentuk cinta. Alih-alih menciptakan kebahagiaan, cinta seringkali menyesakan dadamu dan membuatmu sulit tidur. Atau ketika masa kehidupan di kampus. Mata pelajaran yang kau benci adalah masalah-masalah baru. Perlahan-lahan kau kehilangan waktu bagi hobimu yang semula kau kira tujuan hidupmu. Aalsannya, seringkali orang yang lebih dewasa mentertawakan cita-citamu yang melangit itu. Hingga suatu saat ka lupa cita-cita itu. Dirimu terombang-ambing oleh berbagai cita-cita palsu. Dan mulai bertingkah sebagaimana orang dewasa yang mentertawakanmu.

Ingatlah. Akan ada suatu hari ketika kau berdiri di suatu bangunan tinggi. Melihat kisah-kisah masa lalu begitu cepat berlalu tanpa sempat kau pikirkan. Kau terlalu cepat meng-iya-kan perkataan orang; menenggelamkan dirimu sesuai kehendak orang; menghilangkan jadi dirimu yang sebenarnya dalam identitas palsu pecinta dunia.

Kini, di usia 23 tahun aku merasa telah berada di bangunan tinggi itu. Film dan novel itu pemicunya. Aku merasa bingung dan gamang seketika. Apakah ini sebuah penyesalan? Aku belum berani menyimpulkan. Warna-warni dan daya imajinatif dialog dalam karya ini telah megaktifkan bagian otak, yang entah bagaimana, telah membuat aku merasa terlahir kembali.

Sebagai akhir tulisan. Sekali lagi aku mengucapkan terimakasih kepadamu yang merasakan sepi di dunia orang dewasa. Tapi aku yakin bahwa engkau tidak sendiri. Kau bersama jutaan orang dewasa yang tidak pernah melupakan masa kecilnya. Dan sampaikan salam hangatku bagi mereka. Terimakasih sekali lagi. Antoine de Saint-Exupery.

Ferry Fadillah. Tangerang Selatan, 4 November 2015.

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: