Archive for July, 2013

Percintaan dan Persahabatan

Sulit bagi manusia untuk mejelaskan emosi-emosi yang terjadi pada jiwanya. Kita hanya bisa menjelaskan dengan perumpamaan-perumpaan yang justru menjauhkan penjelasan itu dari keadaan yang sebenarnya. Jelasnya, butuhkah perumpamaan-perumpamaan untuk menjelaskan segala gejala emosi?

Persahabatan. Percintaan. Dua entitas yang menjadi buah bibir manusia muda. Selalu berkembang dalam berbagai produk budaya : sastra, film, musik, drama bahkan agama. Keduanya memiliki daya magnet yang memikat; mungkin saya salah, namun, kini energi anak muda hanya terbatas kepada dua entitas tersebut. Untungnya, mereka dapat mengemas dengan semenarik mungkin, hingga, bisa jadi, kita lupa, bahwa produk budaya kini hanyalah pengulangan belaka.

Alih-alih seorang rasional yang berusaha menghindari kedua entitas tersebut mereka malah terjebak didalamnya. Persahabatan dan Percintaan bukanlah sesuatu yang irasional, namun sesuatu yang melampaui rasio, kita tidak mungkin menjabarnya dalam rumusan-rumusan.

Dalam satu titik, manusia sering merasakan tarik menarik antara keduanya. Tarik menarik yang begitu keras sehingga bisa meremukan sang pemilik jiwa : putus asa, rasa dihianati, putus cinta. Namun, seperti para sufi, begitulah hidup, dengan segala sukha dan dukha. Dalam percintaan dan persahabatan sukha dan dukha adalah hal yang niscaya.

Sebenarnya, sikap kita yang harus diutamakan dalam menanggapi hal ini. Sikap tidak melekat terhadap emosi. Bukan berarti kita menjadi robot tanpa jiwa dan emosi. Tapi menyeimbangkan kemanusiaan dan kerobotan kita adalah salah satu cabang dari kebahagiaan.

Ferry Fadillah
2 Juli 2013

 

Advertisements

,

Leave a comment