Memahami Feminisme (Feminisms)

Pada awalnya, wanita sebagai subjek maupun objek merupakan topik yang tidak menarik minta saya. Kemudian saya sadar, bahwa kehidupan sosial saya akan selalu dipengaruhi oleh wanita dan pemikiran-pemikiran yang mereka sebarkan secara langsung maupun tidak langsung. Ketika berada di dalam rahim, Ibu saya, yang tentu seorang wanita, dengan sabar memberi asupan gizi, membacakan lantunan ayat-ayat suci, berbisik dengan doa agar kelak saya lahir dengan selamat. Dari Ibu, saya belajar arti dari kesabaran. Ketika sudah lahir, saya diasuh oleh seorang Bidan di daerah Margahayu, Bandung. Bidan yang kesehariannya bekerja tanpa kenal lelah untuk merawat bayi-bayi yang baru lahir ke dunia. Dari Sang Bidan, saya belajar arti pengabdian. Beranjak remaja, saya melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada saat itulah, pertama kali saya mengenal yang namanya cinta, tentu cinta kepada wanita. Dari kekasih, saya belajar makna memahami, menghargai, menyayangi dan mengasihi. Dalam perjalanan hidup, saya menemukan pekerjaan sebagai abdi negara di Pulau Dewata.

Ternyata, atasan saya adalah seorang wanita. Ia cerdas, tangkas dan profesional dalam menghadapi setiap permasalahan di kantor. Namun, begitu ia berhadapan dengan anak-anaknya, ia akan berubah menjadi sosok Ibu yang hangat dan penuh dengan kasih sayang. Dari beliau, saya belajar arti sebuah profesionalisme. Karena persinggungan dengan mereka (wanita) lah saya membeli sebuah buku karya Aquarini Priyatna Prabosworo berjudul “Kajian Budaya Feminis : Tubuh, Sastra dan Budaya Pop”

Emansipasi wanita untuk menuntut hak-haknya sudah lama digelorakan. Ketika zaman kolonial Belanda bercokol di negeri ini, misalnya, kita kenal dengan sosok Raden Ajeng Kartini yang menuntut kesetaraan hak memperoleh pendidikan bagi kaum wanita di tanah Jawa. Atau Sosok Dewi Sartika yang telah lebih dahulu ‘melek’ dan mendirikan sekolah istri bagi kaum wanita  di Bumi Pasundan. Dari awal perjuangan, corak emansipasi Kartini dan Sartika adalah corak berjuangan kultural yang berusaha memposisikan wanita setara dengan lelaki bukan dalam artian wanita akan menjadi tandingan bagi lelaki, namun menekankan bahwa wanita pun dapat diandalkan dalam menunjang pekerjaan utama lelaki. Wanita dan lelaki secara biologis tidak dapat dirubah. Kemudian dunia yang selalu ditafsirkan secara patriakal lah yang membuat wanita teralienasi dan dianggap makhluk kelas dua oleh lelaki. Gerkan feminisme adalah gerakan untuk merebut tafsiran dunia yang dipenuhi oleh hegemoni tafsiran patrialal. Diharapkan, dengan dunia yang baru itu, wanita memiliki daya tawar tinggi untuk mengembangkan dirinya terlepas dari tekanan berbagai hal dan pihak sekalipun. Menjadi seorang liberal (bebas, tidak terkukung adat, norma yang memberatkan dan menyayat nilai kemanusiaan), namun bertanggung jawab.

Pada zaman post-modernisme saat ini, gerakan feminisme banyak mengalami persinggungan dengan -isme -isme yang tidak terhingga jumlahnya. Sehingga feminsime mengalami dekonstruksi dan rekosntruksi tergantung ruang dan waktu budaya berada. Ada seorang feminis yang menjadi lesbi, gila seks, bebas kebablasan namun ada juga seorang feminis yang menjadi sholeh, ibu yang baik bagi anak-anaknya, bertanggun jawab. Sehingga, apa itu feminisme telah membuat bingung setiap orang terlebih kaum adam. Sayangnya kebingungan ini selalu disudahi dengan pelabelan bahwa feminisme itu selalu identik dengan gila seks dan lesbi, padahal tidak selalu begitu.

Untuk menghindari ke-suudzon-an intelektual ini maka setiap orang, termasuk lelaki, harus mau untuk belajar memahami feminisme sebagai ideologi dan feminis sebagai subjek dari feminisme. Dengan memahami itu semua, berarti kita telah berusaha memahami wanita. Sebuah sosok yang mewakili Tuhan untuk mengeksistensikan kita di dunia yang kejam sekaligus indah ini.

Ferry Fadillah
Badung, 8 Mei 2013

, , , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: