Andai Aku Menjadi Ketua KPK

Menjadi ketua KPK bukanlah perkara mudah. Jabatan ini memiliki dua aspek pertanggung jawaban. Pertama, pertanggung jawaban secara horizontal-kemasyarakatan, karena KPK terbentuk dari harapan masyarakat Indonesia yang menginginkan negeri ini menjadi transparan, bersih dari korupsi, adil dan makmur. Maka dari itu, seorang Ketua KPK harus mampu mewujudkan impian-impian ini untuk meminimalisir angkara murka masyarakat yang kerap berujung kepada anarki sosial. Kedua, pertanggungjawaban secara vertikal-Theoisme, karena sebuah jabatan di dunia menurut teori keagamaan berkonsekuensi logis akan adanya ‘Audit’ Tuhan terhadap jabatan tersebut. Apakah sang pejabat amanah? Apakah sang pejabat tulus menjalankan tugasnya? Apakah sang pejabat bebas dari konflik kepentingan? ‘Audit’ inilah yang kelak menjelma menjadi sikap : merasa diawasi, sehingga pejabat KPK akan terjaga perbuatannya ketika menjabat.

Diluar segala pertanggung jawaban di atas, klausa ‘andai’ mengandung makna sesuatu yang belum terjadi atau bahkan tidak akan pernah terjadi, sehingga jabatan imajiner ‘andai aku ketua KPK’ tidak akan menimbulkan masalah serius pelanggaran hukum pidana atau perdata kecuali secara moral dihardik para pembaca apabila pengandaian ini terlalu nyeleneh atau keluar dari norma susila. Sehingga dengan berani saya kemukakan beberapa langkah strategis yang akan segera saya jalankan apabila menjadi Ketua KPK, sebagai berikut :

1. Dengan segera membentuk Lembaga Budaya Rakyat Anti Korupsi (LBRA-K) yang terdiri dari kepengurusan pusat dan daerah. Lembaga ini menghimpun segenap sastrawan, budayawan, sineas, dan pegiat seni lain untuk menciptakan kondisi sosio-kultural yang bersih dari korupsi. Nantinya Lembaga ini, dengan bantuan cabang di daerah, berusaha mempopulerkan anti korupsi dalam wilayah bawah sadar masyarakat indonesia, dengan memproduksi : karya sastra bertemakan anti korupsi (novel, prosa, puisi), Film Layar lebar atau serial Anti-Korupsi, lagu-lagu anti korupsi, teater anti korupsi, tembang-tembang daerah anti korupsi, esai-esai anti korupsi, pertunjukan wayang anti-korupsi, pertunjukan sendra tari tradisional anti korupsi dan lain sebagainya;

2. Berkoordinasi dengan lembaga legislatif untuk menyusun payung hukum pembentukan Lembaga Budaya Rakyat Anti Korupsi (LBRA-K) agar pada perjalannya lembaga ini dapat menghadapi hambatan, tantangan dan gangguan dari pihak pro korupsi dengan lantang dan gagah berani (karena tidak cacat secara hukum);

3. Melihat pentingnya peran kaum muda sebagai agen perubahan, KPK melalui  Lembaga Budaya Rakyat Anti Korupsi (LBRA-K) melakukan internalisasi anti-korupsi ke setiap jenjang pendidikan di Tanah Air dari sabang sampai merauke. Mulai memberikan pelajaran holistik mengenai korupsi sehingga diharapkan dapat memproduksi generasi muda yang idealis, humanis dan agamis. Nantinya, generasi baru ini tidak akan dengan mudah menerima estafet korupsi dari generasi tua dan bahkan menciptakan sebuah dunia baru (new world order) yang bersih, idealis dan  berdasarkan asas-asas keadilan universal.

Urain di atas jika ditilik lebih menitikberatkan kepada aspek budaya. Seorang sastrawan berkata, “budaya itu tidak dapat lepas dari kehidupan setiap orang, seperti ikan dengan air”. Dan begitulah saya berpikir, bahwa strategi jitu untuk melawan korupsi hanya dapat ditempuh melalui jalan budaya. Dengan jalan budaya maka semangat anti-korupsi akan berakar dari masyarakat bukan bersifat paksaan dari atas (pemerintah). Proyeksinya, beberapa tahun kedepan, ada atau tidak ada KPK, masyarakat akan selalu melek anti-korupsi bahkan mereproduksi semangat anti korupsi ke generasi-generasi sesudahnya.

Pada akhirnya, KPK dapat dengan mudah luluh lantah dengan hilangnya payung hukum yang menaunginya, tetapi masyarakat akan selalu ada, dengan atau tanpa negara.

Jaya Selalu KPK

Ferry Fadillah
Bali, 3 November 2012

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: