Generasi Pembangkang

Keagungan, seperti yang diimpikan setiap insan
selalu memikat dan membuat terbuai.
Sosok gila dan bengis, antara hormat dan kekuasaan
darah dan ideologi
menjadi inspirasi bagi kehidupan sosial.
mendadak, ‘kami’ gila hormat
ingin disanjung bahkan disembah!
 
Ketika malam ‘kami’ sadar
Antrophos tidak akan bisa mengalahkan Theos
Tuhan belum mati!
dalam kalah ‘kami’ tercerahkan
sebuah kata selalu terngiang dalam benak
egaliterianisme
 
semua sama, semua sama, tidak beda!
Tidak peduli para pembuat struktur sosial yang berundak-undak itu
Tidak peduli para pembuat bahasa kromo yang bertingkat-tingkat itu
Titiknya manusia, kita manusia, semua untuk manusia, dari manusia, untuk manusia
Batas senior-junior, tua-muda, atas-bawah
Rombaklah! Bongkar sampai hancur berantakan
generasi pembangkang akan datang!
 
Si Tua khawatir, tetapi ‘kami’
dengan pongah tersenyum bahagia
walau diri menjadi korban pembangkangan
di tangan mereka sendiri.
 
Ferry Fadillah, Puri Dalem Sanur, dikeheningan malam bulan Oktober

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: