Berhala : uang

Para berhala tidak pernah berkata ataupun bersabda, imajinasi-imajinasi kebudayaan lah yang menjadikan mereka berkata dan bersabda. Padahal imajinasi itu lepas dari realita.

Kini, setelah malang melintang para nabi berbagai bangsa menyabdakan ke-Esa-an, para manusia dengan otoritas yang mereka miliki mulai mengimajinasikan sosok berhala baru.

Uang.

Sebuah benda tidak berharga yang fungsi esensialnya hanyalah sebagai alat tukar

Jika  kata ‘hanyalah’ cocok disematkan kepadanya tetapi kenapa orang berubah karenanya?

Sebuah daerah yang luhur budaya dan budinya seketika hancur lebur berubah menjadi serpihan-serpihan lingkungan industri yang dipenuhi asap kabut ketamakan.

Kekeluargaan yang didengar  dari teks-teks usang pelajaran sekolah kini berubah menjadi relasi yang berbalut bisnis, menolong karena kepentingan politis, membantu karena etiket, dan beramal demi pencitraan lantas dimana nurani yang mendasari semua kekeluargaan? hilang diserap gemerlap kekayaan

Muncul gerakan-gerakan pencerah, yang berusaha menyadarkan manusia akan kesalahan pola pikir mereka saat ini.

Namun, sebagian menyerah dan turut andil dalam usaha mengagungkan uang dan turunannya.

Jika sudah seperti ini mau bagaimana lagi?

Terakhir dalam pergolakan jiwa yang terkurung dalam tubuh kasar ini, saya tegaskan :

Saya tidak anti uang

Saya pun perlu uang

Namun posisinya hanya sebagai alat tukar

Ferry Fadillah, 12 September 2012

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: