Cerita, Teman Baik dan Janji

Kamu tahu manusia? Ya, makhluk yang begitu kompleks, selalu menyimpan misteri dan berubah-ubah seiring perjalan waktu. Kamu tahu marabahaya yang mereka akibatkan? Ya, mulut mereka lebih berbahaya, beracun dan berbisa dari apapun jua di dunia ini. Dalam hitungan hari kisah buruk atau aib kita mungkin saja tersebar ke seantero jagat. Mereka berjanji, ‘Iya, saya tidak akan menceritakan kepada siapapun.’ Namun mereka pun memaksa orang untuk membuat janji yang sama, ‘saya akan ceritakan kepadamu tapi tolong kamu berjanji untuk tidak menceritakan kepada siapapun’

Tampak konyol bukan ?

Sampai kapan janji-janji ini akan berakhir. Setiap orang punya teman baik, setiap teman baik punya teman baik.

Bahaya berikutnya adalah manusia selalu saja menyaring informasi yang ia lihat atau dengar. Disesuaikan dengan keinginan, persepsi dan relasi. Parahnya, cerita mereka selalu jauh dari kebenaran. Opini dari opini, opini dari sumber sekunder, alias hyper-opinion! Dan hyper-opinion jelas melenceng jauh dari kebenaran.

Maka dari itu, saya sadar bagaimana harus bertindak kemudian. Becerita untuk sekedar berbagi itu perlu, karena bisa meringankan beban sekaligus menjalin persaudaraan. Akan tetapi jangan lupa setelahnya tekankan, ‘Tolong jangan ceritakan kepada siapapun, saudara, teman baik, kekasih, bahkan malaikat yang mendampingimu. Hanya Aku dan Kamu yang tahu. Cukup’

Ferry Fadillah, 14 Juli 2012

*sumber gambar :lidya-novita.blogspot.com

, , , , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: