Berbagi

Kikir. Sulit rasanya mengeluarkan sedikit saja untuk kesejahteraan umat manusia. Bahkan dalam lingkup yang terkecil : keluarga sendiri. Namun kenapa ada yang aneh rasanya. Semakin ditumpuk semakin merasa kekurangan. ‘Ada apa ini ? ‘, Tanya seorang bangsawan ke lepas laut. Namun hanya angin dan buliran air laut yang membalas menerpa wajah.

Seorang agamawan dengan bijak dan celoteh sederhananya menejelaskan pentingnya berbagi kepada masyarakat sekitar. Ketika itu sang bangsawan khidmat mendengarkan. Pertama ia acuh tak acuh tetapi kemudian ia bergumam dalam hati,”Ada benarnya juga kata agamawan itu”

Setelah merefleksikan segala tindak tanduk kehidupannya selama ini, dalam gelap malam dan dinginnya air hujan. Ia mendapat pencerahan. Sebuah hal yang akan membawa ia kepada kebahagiaan sejati yang tidak akan pernah terkikis habis oleh waktu maupun semangat zaman yang selalu berubah.

BERBAGI. Sebuah oase di tengah padang pasir hiruk pikuk keegoisan manusia.

Karena Hukum dasarnya adalah semakin banyak kita berbagi semakin sering kita bahagia

Ferry Fadillah
Bali, 30 Mei 2012

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: