Setelah Gelap Terbitlah Terang

“Tidak hanya seorang emansipator wanita yang boleh berbicara klausa ini, dalam kasus yang lebih luas ini meliputi segala hal. Bunyinya mungkin bisa berubah, namun hukumnya akan selalu tetap. Roda bergulir, sesuatu tidak ada yang pasti  maupun abadi.  Duka menjadi Suka. Murka menjadi Tawa. Jika cahaya itu pasti akan datang, lalu apa lagi yang kita khawatirkan ?”

Ferry Fadillah, 20 Mei 2012


, , ,

  1. #1 by bala-bala on May 24, 2012 - 22:53

    waw benar” menginspirasi.. Sayang ga ada lumba”nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: