Bacot Saya Mengenai Budaya

Saya gigih soal itu karena, pertama, saya orang batak. Kedua, masih banyak anak muda batak, juga dari etnis lain, yang malu mengakui asal etnisnya. Saya ingin mengembalikan mereka kepada budayanya. Karena jika setiap etnis di Indonesia ini kuat budayanya, Indonesia pun akan menjadi Negara yang kuat dan terpandang di dunia internasional, Viky Paulus Sianipar, Musisi dan Komposer (dalam Kompas edisi 8 Mei 2012)

***

Saya jadi teringat beberapa tahun lalu, ketika jiwa ini begitu menggebu-gebu menggali nilai-nilai budaya yang saya punya : Budaya Sunda. Banyak artikel, wacana, buku atau petuah sunda yang saya lahap, saya cerna dan saya coba terapkan dalam kehidupan. Sayangnya orang mempunyai perspektif negatif dengan kegemaran saya itu, saya dikatakan kolot, tua dan ketinggalan zaman. Dalam batin saya mengelak, bahwa saya berjalan di jalan yang benar, sebuah proses menuju keontentikan identitas.

Opini negatif sialnya datang dari manusia angkatan baru (muda), yang disematkan kebanggaan agent of change, yang katanya dapat merubah kehidupan berbangsa kita yang kian hari kian hilang kehormatan di dunia internasional, tetapi nyatanya malah jauh dari nilai budayanya sendiri. Dalam hal ini saya tidak menyalahkan mereka semua, dan saya menaruh rasa hormat yang tingi kepada manusia baru (muda) yang rela mengerahkan segala daya dan upaya untuk menggali dan merevitalisasi nilai-nilai budaya luhur melalui cara-cara mereka sendiri : musik,kegiatan sosial, fesyen dan sebagainya.

Mungkin kita bertanya ? Untuk apa sih saya cerewet masalah budaya ini toh yang penting kita menjadi manusia cerdas dan sejahtera ? Ok saya setuju pendapat itu, namun terus terang ada yang ganjil. Saya ingin manusia muda itu menjadi cerdas dan sejahtera dengan cara mereka sendiri, otentik, berbalut budaya leluhur mereka, bangga dengan etnis mereka namun tidak terjebak dalam etnosentrisme sempit-mengagungkan etnis dan budaya sendiri serta memandang rendah etnis dan budaya lain.

Saya menggebu-gebu karena di Bali para wisatawan asing begitu terkesima melihat budaya materi kita : seni tari, lagu-lagu, ritual-ritual. Karena mereka melihat luhurnya budaya kita, cerminan dari kedekatan para leluhur kita dengan Tuhan, alam dan kehidupan sosial. Berbeda dengan kebudayaan materi post-modernisme yang dipenuhi banalisme, kerendahan, bentukan kekuasaan korporat budaya dan jauh dari nilai-nilai transenden.

Ah, sebenarnya masih banyak yang harus saya sampaikan sampai-sampai saya bingung apa inti dari tulisan ini. Untuk mengakhirinya, saya dengan rasa hormat dan tanpa memandang diri paling peduli, mengajak kepada pembaca untuk kembali menggali nilai-nilai budaya kita, mencari tahu siapa kita, siapa leluhur kita, bagaimana seharusnya kita hidup dengan identitas kita itu.Namun janganlah bingung masalah etnis, suku, karena saya memandang etnis atau suku sebagai value bukan sebagai gen. Bapa saya seorang sunda, Ibu saya seorang padang, namun saya lahir di tanah sunda, hidup di lingkungan sunda, cinta budaya sunda dan berinteraksi dengan orang sunda, maka saya berikrar saya telah ber-value sunda dan pada saat itulah saya menjadi seorang sunda.

Ingat, suku itu adalah nilai bukan gen. Maka cintailah etnisitas mu.

Ferry Fadillah
Bali, 8 Maret 2012

“Sekelompok orang menggunakan pakaian adat sunda di Braga Festival tahun lalu, Bandung, Jawa barat”

, , , ,

  1. #1 by sandy on May 8, 2012 - 12:53

    wah jadi tersindir nih.. saya akan mendalami ajaran kejawen saya ah..😀 trims buat tulisannya yang menggugah saya dalam belajar ilmu hitam saya.. matur suwun..

  2. #3 by bala-bala on May 8, 2012 - 13:51

    bagaimana dengan memakai baju adat.. menurut saya itu lebih bagus dipraktekan di hari-hari.. minimal di setiap tanggal 17 itu menggunakan baju adat.. tentu saja ini memberikan dampak yang baik buat kebudayaan kita.. matur suwun *catatan saya sendiri jika tanggal 17 selalu memakai pakaian adat Papua, yaitu koteka.

    • #4 by Ferry Fadillah on May 8, 2012 - 14:19

      Boleh-boleh, tapi baju ada yang sudah direkonstruksi sesuai dengan kemajuan zaman bro.. ok sip.. bala bala

  3. #5 by bala-bala on May 8, 2012 - 14:39

    siap.. saya mendalami ajaran sesat lagi.. matur suwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: