Imajinasi Busana Terbuka

Kota Bandung, seperti yang diketahui banyak orang, dipenuhi muda-mudi modis – kreatif, factory outlet lengkap – stylish, kuliner lezat – fariatif  dan tempat nongkrong asik yang sejalan dengan jiwa muda. Sehingga jangan heran jika bandung selalu macet di akhir minggu. Terutama di sepanjang jalan R.E. Martadinata, Dago, Cihampelas dan Setiabudi. Sumber macet tidak hanya berasal dari Warga Bandung yang menghabiskan weekend di sudut-sudut kota yang begitu indah ini namun turut dibantu juga Warga Jakarta yang dengan mudah dan cepat bisa mencapai Kota Bandung melalui Tol Cipularang dalam waktu 3 jam.

Beberapa kalangan memprotes keras kemacetan ini, mulai dari pemerintah daerah yang tidak becus, masyarakat yang tidak disiplin dan para pengusaha yang terlalu bussiness oriented sehingga mengesampingkan penyediaan lahan parkir. Namun jika kita ambil positifnya, ternyata macet merupakan indicator meningkatnya perekonomian rakyat di ibu kota priyangan walaupun dengan distribusi yang belum merata alias hanya dirasakan beberapa kalangan  saja.

Dalam kesempatan ini saya tidak akan membahas segala keruwetan kota bandung dengan segala hipotesa penyelesaiannya, karena itu bukan kompetensi  saya dan bisa-bisa saya di cap sok tau sok iye atau  menggurui. Ketertarikan saya adalah pada dinamika sosial budaya Kota Bandung terutama kehidupan muda-mudi dengan  spesifiknya kehidupan pemudi Kota Bandung di zaman modern ini.Alasan kuat ketertarikan saya adalah, terkenalnya nama pemudi bandung se -antero nusantara, yang kemudian disebut mojang bandung, baik yang bercitra positif maupun yang bercitra negatif.

***

Kemarin malam ketika saya bersama teman -teman  memutuskan untuk nongkrong di Paris van Java Shopping Centre, kami sempat melakukan observasi dadakan di tengah lalu lalang orang banyak sambil berbincang hangat penuh canda tawa. Tentu bukan observasi ilmiah dengan segala metode yang memusingkan, atau dalam kata lain yang sedikit nakal : memperhatikan busana para mojang.

Tentu semua bisa menebak, seperti kota-kota lainnya, busana yang mereka kenakan lebih banyak memberikan ruang terbuka bagi lelaki untuk bebas menikmatinya dan tertegun dengan imajinasinya masing masing. Semua pasti begitu, ada yang mengimajinasikannya ke dalam hubungan sex, ajaran agama, moral, adat istiadat dan psikologi. Yang jelas dan sering saya dengar adalah, mereka yang mengimajinasikan fenomena di atas dengan berita-berita perkosaan yang menimpa kaum hawa di beberapa tempat. itu imajinasi mereka, di lain pihak para mojang menyalahkan kaum pria dengan asosiasi asosiasi kebinatangan : tidak bisa menjaga syahwat, tidak bermoral, bejat dan rendahan.

Pada akhirnya saling tuduh, saling hina, merasa dirinya paling benar tanpa mau melihat kemungkinan kebenaran pendapat orang lain. Padahal dari segala tuduh pra tuduh itu, para manusia dewasa melupakan sebuah simplifkasi dari keruwetan yang menjadi-jadi, yaitu cara berbusana yang ada dalam ajaran Agama Islam.Lalu bagaimana dengan yang tidak Islam ? aliran kepercayaan dan sebagainya. Tidak usah khawatir, terjawab oleh sebuah pertanyaan : bukankah orang akan dengan senang hati masuk kerumah jika pintu rumah terbuka lebar dan sang empunya cuek saja dengan barang kempunyaannya? Dan saudara sekalian dapat membuat pengembangan berbasis imajinasi solutif dengan pernyataan di atas yang kemudian dihubungkan dengan realita kehidupan mojang saat ini.

salam..

Catatan :

1.Mojang yang dimaksud bukan hanya pemudi Bandung saja, tapi lebih merupakan istilah yang menggambarkan para pemudi di kota-kota se-indonesia.

2. Tidak semua pemudi seperti itu, banyak di antara mereka yang shaleh, dan berusaha menjaga kehormatan mereka dengan nilai-nilai agama

, ,

  1. #1 by sandy on May 8, 2012 - 12:58

    Saya sendiri sudah lama tidak main ke Bandung lagi.. Dulu saya mencicipi salah satu mojang sana.. Dan saya pun menyesal, semoga Tuhan mengampuni saya.. Matur suwun..

    • #2 by Ferry Fadillah on May 8, 2012 - 13:02

      cucap cicipp. maneh mah dimana-mana cucap-cicip.. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: