Uang

“Ah, lagi-lagi kau terima uang itu, kau tahu darimana asalnya uang itu ?”

“Ini rezeki dari Tuhan-ku, melalui tangan yang memberinya”

“Polos sekali dirimu, salah-salah kita yang kecil ini bisa kena masalah, sudah banyak kisah para wong cilik menjadi korban kambing hitam lingkaran setan kejahatan sistematis”

“Ah, kau itu terlalu banyak membaca kasus-kasus korupsi dan sebagainya, semua itu hanya membuat otak pusing tau..”

“ya tapi kita harus tahu benar asal-usul dari yang kita terima !”

“begini saja, bung. Apa anda berani ketika diberi uang anda tanyakan dari mana asal uang itu”

“bodoh! Itu menyinggung perasaan yang memberi, bung!”

“kalau begitu kenapa aku harus melakukan sesuatu yang kau anggap itu bodoh”

“Lantas bagaimana ?”

“sudahlah bung. Kau terima saja uang itu, dan berdoa kepada Tuhan semoga kita dijauhkan dari segala fitnah dunia dan haramnya harta yang terkandung daripadanya”

“ya tapi…”

Perbincangan mereka tiba-tiba berhenti. Tanpa kata-kata, mereka tersenyum dan mengangguk satu sama lain. Perlahan mereka melangkah ke pintu keluar, ke sana dikegelapan jalan di kota yang suram.

 20 Juni 2011

  1. #1 by sandy on May 8, 2012 - 13:17

    dalam sekali kata”nya.. saya jadi membayangkan.. ah sudahlah.. matur suwun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: