Catatan Awal Magang

Bukan main gembiranya orang tuaku ketika mendengar pengumuman majunya waktu magang bagi mahasiswa lulusan prodip I Keuangan angkatan 2009 seluruh Indonesia. Alasannya mudah ditebak, apalagi jika bukan bangga melihat anak pertamanya sudah bisa bekerja di masa muda saat para sarjana se-nusantara luntang-lantung mengirim surat lamaran ke perusahaan-perusahaan terkenal, dan apalagi jika bukan senang karena anak pertamanya sudah siap hidup mandiri dengan uang hasil jerih payah selama bekerja di kantor. Walaupun begitu, bagi kami -karena bukan saya saja yang merasakan hal ini- waktu magang yang dipercepat sama saja dengan hilangnya segala kesenangan mudawi yang sudah jauh-jauh kami rencanakan. Ketika bayang-bayang libur dua bulan setelah wisuda nampak , maka beberapa diantara kami ada yang berencana melancong ke Jawa Barat, bertamasya ke Jakarta, membugarkan badan di gymnasium, bertemu kawan lama di cafe-cafe atau bertemu kangen dengan kekasih yang sudah lama ditinggal jauh. Sekarang semua rencana sudah pupus, terkubur percepatan waktu yang dibalut kata ‘pengabdian kepada negeri’, dan pada akhirnya para pemuda tanggung yang masih sangat membutuhkan ‘dunia muda’ harus tunduk pada kenyataan : dunia kerja sudah datang

Bukan seperti membalikan telapak tangan. Sekolah kedinasan yang disangka orang gratis, bebas biaya, free, ternyata tidak sepenuhnya begitu. Apalagi bagi mereka yang kebetulan mendapatkan penempatan kuliah jauh diluar kampung halaman mereka. Bandung ke Denpasar. Purwukerto ke Pontianak. Surabaya ke Makassar. Karena beban ongkos transportasi harus ditanggung sendiri-sendiri, biaya hidup selama setahun ditambah tempat tinggal harus dirogoh dari kantong sendiri, dan biaya alat-alat tulis, fotocopy, beli map, materai, print kertas, mau tidak mau harus diambil dari saku celana sendiri. Beruntunglah mereka yang memang keturunan orang berada atau cukup ada di kampungnya, tapi malang pula bagi mereka yang susah sulit hidup melilit di kampung halamannya sendiri. Semoga saja banyak orang yang berbelas kasih bagi mahasiswa golongan kedua ini. amin.

Itu tadi hanya masalah materi. Sekarang masalah mental. Barang tentu masalah seperti putus dengan pacar gara-gara Long Direct Relationship (LDR) sering terdengar, kangen dengan orang tua, kangen dengan ponakan atau kangen dengan kampung halaman sudah seperti deru sepeda motor di Kota Jakarta yang berisiknya minta ampun, mengguncang jiwa, dan menurunkan semangat. Tapi apa boleh buat, kebanyakan dari kami berpasrah dengan semua rasa-rasa itu dan menganggap bahwa itu semua sudah ditakdirkan Tuhan. Bahkan, mereka yang sudah bekerja dengan pangkat tinggi terkadang memberi angin segar kepada kita akan tingginya tingkat kesejahteraan ditingkat instansi tersebut. Tentu saja mental para alumnus tersebut akan kembali naik penuh semangat setelah mendengar kisah kesejahteraan, tapi namanya manusia, nanti semangat-semangat itu akan kendur dipenuhi keluh kesah dan kalimat ‘andai saya begini maka saya jadi begitu’

Pada intinya, semua telah terjadi. Dan kita (alumnus) hanya memiliki dua pilihan : keluar atau lanjut dari pekerjaan ini dengan segala konsekuensinya. Ada pilihan ada pula resiko, begitulah orang tua dulu bilang, sebagai bekal kepada anaknya ketika berdiri di ujung jurang kebimbangan.

Ferry Fadillah. 01 November 2010. Denpasar, ditemani lolongan anjing tetangga

, ,

  1. #1 by qefy on November 2, 2010 - 10:37

    magangnya mengasyikan yaa, hee–, selamat..

  2. #3 by Sang Penjelajah Malam on November 3, 2010 - 15:39

    enaknya dah magang

  3. #5 by Angga on December 2, 2010 - 21:05

    Pesan dari saya : galilah ilmu sebanyak-banyaknya dari setiap penempatan yang akan kau lalui, dan jangan lupa untuk mempunyai catatan pekerjaan karena akan berguna dikemudian hari…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: