Cinta yang Memperdaya

Pacaran. Sebuah fenomena yang tidak asing lagi dikalangan anak muda. Jiwa-jiwa muda yang penuh dengan gelora cinta telah menciptakannya. Mengubah kehidupan yang dahulu sendiri dan biasa saja menjadi luar biasa dan penuh hikmah. Ambilah contoh bahwa ketika sendiri mereka tidak perlu memahami seseorang tetapi setelah berpacaran mereka mau tidak mau harus memahami seseorang. Hal ini wajib bagi mereka, jika tidak maka kehidupan akan mempersulit jiwa mereka bagi kebahagiaan.

Cinta adalah murni, suci tanpa kotoran. Tapi setan-setan sejak zaman Nabi Adam telah bersiap menghadapi hal ini. Mereka bariskan pasukannya, berpergian ke negeri-negeri dan merasuk ke dalam jiwa-jiwa yang dipenuhi rasa cinta. Alhasil, kemurnian-kemurnian tersebut pada akhirnya akan menjelma menjadi istilah yang memperdaya.

Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa banyak anak muda yang sering bergunta-ganti pasangan hidup. ‘Mencicipinya’ satu per satu dan berdalih belum menemukan cinta sejati. Pada saat misi kesejatian tersebut selesai, berapa belas anak manusia kah yang kehilangan kesuciannya atas nama cinta sejati tersebut ? Sungguh mengundang tawa.

Sudah menjadi langganan kisah-kisah romantis. Bahwa cinta sejati dimaknai cinta sampai mati, maka tidaklah heran jika ada dari mereka yang ditinggal pergi kekasih lantas mengakhiri hidupnya dengan cara-cara yang hina dina : mati kehabisan nafas di tiang gantung atau mati keracunan menenggak pembersih lantai. Sebelumnya pun banyak dari mereka yang menyiksa diri sendiri. Menyiksa diri karena patah hati, sakit hati maupun berpaling(nya) hati. Semua itu hanya karena dan berakibat karena kesesatan pemahaman cinta.

Begitulah sekelumit kesesatan-kesesatan cinta. Kemurnian yang memperdaya telah menjadi bencana. Istilah-istilah makin beragam memperindah sebuah hakikat yang sebenarnya buruk : bunuh diri, menyiksa diri sendiri dan mempermainkan wanita. Tapi setan tampak lebih hebat, karena cinta telah  dibuat memperdaya

Kecuali satu..

Cinta kepada Tuhan. Cinta yang tidak akan pernah diperdaya, karena itu murni dan suci. Cinta yang aslinya hinggap pada jiwa-jiwa suci ketika masih terhubung tali pusar dengan sang ibunda dan cinta yang sesungguhnya akan membahagiakan hidup dan kehidupan manusia.

semoga kita memilikinya…amin.

 

sumber gambar : klik wae didieu nya

,

  1. #1 by AyubAdiputra on June 28, 2011 - 16:12

    Iya sob, miris banget kalau lihat cinta yang bercampur dengan keinginan untuk merenggut apa yang terpenting bagi pasangan. Pacaran yang sewajarnya saja, biar tak ada hati yang terluka hehe…

  2. #3 by sandy on May 8, 2012 - 12:56

    Betul juga ya.. tapi saya mencicipinya bukan untuk mencari cinta sejati.. tapi atas kesenangan semata.. semoga Tuhan bisa mengampuni saya.. Amiin.. Matur Suwun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: