Kolong Jembatan dan Pengendara Motor

"saat hujan turun pengemudi motor akan memarkir motornya di jala ini"

"saat hujan turun pengemudi motor akan memarkir motornya di jalan ini"

Pengendara motor kerap kali mengundang amarah para pengemudi mobil. Apalagi jika sudah srantal-sruntul teu puguh, kekebutan, maupun ujug-ujug eureun tengah jalan. Akibatnya bisa semakin parah jika kedua belah pihak mulai pasang kuda-kuda dan saling baku hantam.

Tapi kali ini pengendara motor tidak bisa disalahkan begitu saja. Yah, namanya terdesak, pasti semua orang akan melakukan apa saja, yang penting masih dalam jalur yang benar.

Setiap hujan turun di Kota Bandung, maka yang mendapat masalah adalah para pengendara motor. Mereka harus menambah laju motor mereka agar segera sampai tujuan jika tidak ingin bajunya basah dan lembab. Mereka yang masih jauh dari tempat tujuan biasanya tidak mempunyai pilihan lain kecuali berteduh di pinggir jalan yang dilengkapi pohon pelindung, kios-kios rokok, maupun jembatan layang.

Tampaknya jembatan layang menjadi tempat berteduh favorit bagi para pengendara motor yang melintasi Jalan Pasopati Kota Bandung. Selain kolong jembatan itu bisa menahan hujan, kolong jembatan pun dilengkapi pedagang asongan yang siap melayani para peneduh. Tidak mau kehilangan kesempatan emas, ada juga muda-mudi yang memanfaatkan momen ini untuk bermersaan menikmati sejuknya udara Kota Bandung saat hujan.

Yang jadi permasalahan adalah motor mereka yang diparkir dipinggir jalan. Pada awalnya motor diparkir rapih berdekatan ke trotoar, tapi lama kelamaan pengendara motor yang berteduh semakin banyak dan motor yang mereka parkir makin menutupi satu ruas jalan. Beberapa dari mereka ada yang sadar akan kesalahan parkir tersebut lalu memindahkan motor mereka ke tempat yang tidak mengganggu arus lalu lintas. Sayangnya ada juga yang keukeuh dengan kesalahannya dan mengakibatkan terhambatnya arus lalu lintas.

"berteduh sambil santai duduk-duduk, ada juga pedagang yang berjualan"

Yah bagi mereka yang keukeuh biasanya akan dihadiahi bentakan oleh pengemudi mobil, klason kencang bertubi-tubi maupun tatapan tajam penuh amarah. Dan bisanya pengemudi motor akan cuek bebek bersantai dipinggir jalan. Biarpun sikap kurang baik ini tidak dilakukan oleh semua pengendara, berapapun jumlahnya, tetap saja pasti sangat mengganggu pengemudi lain.

Begitulah rupa-rupi kehidupan pengendata motor saat hujan. Tidak seperti pengendara mobil yang dilengkapi atap besi dan kursi empuk, pengendara motor layaknya penunggang kuda, harus tahan panas maupun hujan. Tapi bagaimanapun dan dengan alasan apapun ketertiban harus tetap dijaga, karena semua demi kehidupan jalanan yang harmonis.

FERRY FADILAH,  AGUSTUS 2010

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: