Hilangnya Bandung Kami

Keindahan alam merupakan sebuah media untuk meluapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena pada umumnya, ketika melihat sebuah ciptaan maka manusia akan bertanya-tanya tentang siapa penciptanya dan tentu akan mengagung-agungkan penciptanya. Setelah  itu kata-kata baik akan terlontar dari mulut manusia atau bahkan dituangkannya di buku harian dalam bentuk sajak-sajak yang indah.

Alam dengan segala keindahannya pun telah menjadi inspirasi bagi jutaan orang. Ia menjadi inspirasi bagi motif kain batik, menjadi inspirasi bagi upacara adat, inspirasi bagi cara bersosialisasi, inspirasi bagi dunia sastra atau inspirasi bagi ilmu bela diri. Dikarenakan kontribusinya bagi inspirasi manusia, maka adalah sebuah kewajiban bagi kita untuk menghormatinya.

***

Sebuah kota yang terlahir dari pengeringan danau purba beberapa juta tahun yang lalu merupakan sebuah anugerah bagi manusia setelahnya. Jasad renik yang tertimbun di dasar danau kini telah membentuk susunan tanah yang amat subur. Bahkan ada yang berani menyatakan bahwa dengan melempar biji apa saja ditanah tersebut maka akan tumbuh subur tanpa perawatan apapun. Dan memang benar, dahulu ketika masa raja-raja memerintah di tanah sunda belum ada satupun rakyatnya yang mati kelaparan.

Ialah Kota Bandung yang kemudian dijuluki Paris van Java oleh pemerintah Hindia Belanda. Karena keindahannya seperti kota paris inilah, kota bandung menjadi tempat tinggal idaman bagi menak-menak belanda. Hal ini dapat dilihat dari deretan perumahan ala belanda di daerah bandung utara. Dari cara membangunnya sangat terlihat bahwa mereka ingin menjadikan wajah bandung seperti kota-kota eropa lainnya, yang bergaya art deco.

"persawahan di daerah buah batu"

Tidak hanya itu, kota bandung yang dikelilingi oleh gunung-gunung telah memberikan kesejukan bagi penduduknya. Belum lagi gunung-gunung tersebut menawarkan keindahan dan ketenangan bagi siapapun yang stress setelah bekerja dengan hiruk pikuk kehidupan di kota-kota besar. Ternyata ada benarnya juga ungkapan : Tuhan pasti tersenyum ketika menciptakan kota bandung.

Sekarang mari kita melihat Kota ini sekarang. Bahwa semua puja puji bagi kota bandung itu ada, jauh sebelum matahari tahun 2010 terbit, Jauh sebelum tol purbaleunyi dibangun oleh pemerintah dan Jauh sebelum jembatan layang pasupati berdiri di kota ini.

Persawahan yang sebenarnya adalah sisa-sisa sawah yang dilihat dari pagar batas salah satu perumahan elit di kota bandung

Kehebatan itu membekas di benak warga kota bandung sampai saat ini walaupun realita mengatakan lain. Kini bandung dipenuhi oleh banyak pendatang setiap sabtu dan minggu, menciptakan lautan mobil berplat B yang hilir mudik keluar masuk pertokoan untuk berbelanja, menciptakan kemacetan dan mencemari udara. Belum lagi para pendatang yang tertarik dengan kota ini lalu menetap dan beranak pinak lalu membangun pemukiman-pemukiman yang ribuan jumlahnya.

Pola ekonomi yang berubah pun telah mengacak-ngacak wajah bandung. Para petani yang dahulu menjaga sawah leluhurnya untuk menafkahi keluarga kini lebih memilih menjualnya dengan harga tinggi yang kemudian dari tanah tersebut berdiri kokoh mal-mal dan hotel-hotel. Sudah banyak sawah-sawah tersebut menghilang, yang akhirnya meninggalkan kenangan nyayian padi yang bergesekan diterpa angin.

Sawah-sawah itupun ada yang sengaja dikeringkan oleh pemiliknya karena alam yang sudah tidak lagi bersahabat. Menjualnya. lalu berdirilah komplek-komplek rumah mewah dengan  harga yang hanya dapat diperuntukan  khusus bagi golongan priyayi. Komplek tersebut umumnya dikelilingi pagar beton berpucuk kawat berduri, menciptakan kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin.

Tahun berganti tahun, manusia semakin banyak dan semakin ramai merusak sawah-sawah. Pun bukit-bukit hijau tidak terhindar dari tangan rakus manusia. Yang dahulu di puja puji bisa jadi nanti di hina-hina. Saya sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena saya hanyalah seorang saya. Satu dari ribuan penduduk yang bermukim di Kota Bandung.

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: