Senja Pulang ke Pajajaran

"tatar sunda, indah dan memikat, kampung halaman yang selalu terngiang dalam diri, dimanapun kapanpun"

oleh FERRY FADILLAH

Angin pantai, seperti biasanya, berhembus kencang di Kota Denpasar yang masih sunyi senyap. Meninggalkan nyayian dedaunan yang saling bergesekan diiringi kicauan burung di pagi hari. Aroma dupa yang terbakar mulai tercium, menciptakan suasana mistis di tengah pemujaan agung kepada Sang Hyang Whidi. Kesadaran diri belum juga sampai pada puncaknya, tapi ku usahakan membuka mata dan mengambil air wudhu di kamar kecil yang sudah tidak terurus.

Setelah mendirikan shalat shubuh –yang pelaksanaannya telat. Note Book 17 inch yang besar mulai kunyalakan, dengan bantuan program windows media player kumainkan lagu kesukaanku, Degung Klasik ala tatar sunda. Suara sulingnya indah, dengan kacapi, dan beberapa instrumen lain, menambah suasana damai dalam hati yang riang gembira menyambut kepergian menuju lembur sim kuring.

***

Sudah beberapa bulan aku tidak menginjakan kaki di Kota Bandung. Maklum, tempat kuliah yang jauh menyebabkan aku harus berfikir ribuan kali sebelum merogoh kocek untuk membayar ongkos pulang. Beruntung masih ada beberapa sanak saudara yang berlimpah rezeki dan rela membagikannya secara cuma-cuma. Sehingga hari jumat yang suci ini aku merencanakan kepulanganku bersama beberapa kawan.

Berkuliah di Pulau Dewata, bukanlah sebuah keinginanku sedari dulu. Hal ini lebih karena keadaan yang memaksa atau bisa dibilang suratan takdir. Mulanya aku ragu untuk memulainya, tapi setelah dicoba ternyata banyak hal positif yang dapat di ambil dari kota ini.

Bali, yang tersohor karena kekayaan budayanya telah memberiku sebuah inspirasi untuk menciptakan kekentalan budaya di seluruh daerah nusantara. Tentu hal tersebut dapat menjadi tugas putra daerah masing-masing dalam menggali kembangkan kebudayaan leluhurnya. Karena hanya putra daerah lah yang tahu seluk beluk, tetek bengek, budaya dan adat istiadat daerah mereka. Dan tentu dengan tangan dingin merekalah kekentalan budaya akan mulai tercipta dilingkungannya masing-masing.

Menggali kembangkan sebuah budaya adalah hal yang menarik. Di dalam perjalannya nanti kita akan banyak menemukan mutiara kearifan lokal yang tercecer, dan apabila disusun secara rapi, akan menciptakan sebuah ajaran harmonis antara Tuhan, alam dan manusia. Sayang, pesatnya perkembangan zaman, telah banyak menyumbangkan kehancuran pada keberadaan kearifan lokal saat ini.

Alam disiksa, gunung diratakan, hutan dibantai, sungai dicemari, tanah dikeruk, hewan diburu. Semua perbuatan manusia tersebut sudah keluar dari batas-batas keharmonisan antara Tuhan, Alam, dan Manusia. Manusia pongah, merasa dirinya tercipta sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi, lalu dengan egois menghancurkan, meratakan, dan memusnahkan. Pantas saja bencana-bencana di nusantara kerap terjadi. Dan manusia biasanya menyalahkan satu sama lain, bahkan menyalahkan yang menciptakannya.

Pemandangan-pemandangan ketidak harmonisan itulah yang sering aku lihat di perjalanan pulang dari Denpasar ke Bandung. Aku yang hanya bisa terdiam di kaca bus, tidak bisa berbuat apa-apa selain menulis hal ini. menulis kekhawatiran-kekhawatiran atas berkembangnya budaya modern yang tidak berbudaya lingkungan.

Senja pulang ke pajajaran. Inysa Allah, aku akan berangkat. Dan dalam Jumat yang suci ini, aku berharap mendapatkan perjalan yang menyenangkan. Menemukan pemandangan-pemadangan harmonis anatara Tuhan, Alam, dan Manusia. Karena dengan pemandangan itulah akan tercipta manusia-manusia yang selalu bersyukur kepada Tuhannya, bukan malah berkeluh kesah dengan keadaan. Semoga.

Salam damai, bahagia selalu

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: