Pusaka Lidah Penebar Kata

oleh Ferry Fadillah

"ricuh, lidah tak terkendali, yang ada berkelahi"

Letah ulah salah nu dirasakeun ke nana dora bancana, sangkan urang nemu mala na lunas papa naraka; hengan lamunna kapahayu ma sinengguh tuama bijilna ti letah.


Begitulah salah satu kalimat yang tertera dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian, sebuah naskah sunda kuno yang ditulis pada masa pemerintahan Sri Baduga Maha Raja penguasa Pajajaran.

Artinya kurang lebih sebagai berikut, Lidah jangan salah kecap karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka; namun bila lidah terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari lidah.

***

Lidah adalah aset satu-satunya manusia yang digunakan untuk mengecap berbagai rasa. Asin, manis, asam, dan pahit. Bukan saja rasa, lidah juga dapat menjadikan manusia hidup dalam 4 rasa yang dikecapnya.

Tentu kehidupan berbeda dengan makanan, yang akan masuk ke dalam lambung kita dan keluar menjadi segumpal kotoran. Hidup itu lebih agung dan kehidupan manusia sejatinya diabdikan untuk menyebar sebanyak-banyaknya kebaikan bagi sesama, tapi bagi mereka yang hanya menebar keburukan bagi sesama, tentu hidup tidak lebih dari sepotong makanan yang akan berakhir menjadi gumpalan kotoran. Terbuang dan terhina.

Seolah pusaka dengan berbagai kesaktian yang terwarisi dari puluhan Mpu di masa lampau, lidah memerlukan kendali yang kuat dari pemiliknya. Kesaktian Lidah menjadikan manusia harus memiliki kebersihan jiwa dan kebeningan fikiran. Kelemahan diri yang disebakan oleh rusaknya kebersihan jiwa, hanya akan mejadikan pusaka lidah hilang kendali dan siap melukai siapapun, bahkan penciptanya!

Zaman sudah berubah, kendali diri sudah mulai sirna. Pusaka mengendalikan tuannya, dan tuannya hanya manut terhadap pusaka. Wakil rakyat menikam pusaka lidah ketubuh sesamanya, merusak kedamaian mencipta kisruh, pada akhirnya beragam opini hanya memperluas perbedaan bukan kebenaran sejati.

Pusakan Lidah dimiliki anak muda, yang tiap dini hari tiada berbakti kepada ilahi, mengotori diri dengan benda duniawi. Pusaka terlontar amarah berkecamuk, tontonan permainan semata berubah menjadi medan pertempuran.

Anak membunuh ibunya karena kendali  bakti yang rendah, ibu membunuh anaknya karena kendali diri yang rendah. Semua carut marut  akan tercatat dalam sejarah peradaban manusia jika semua kendali telah sirna.

Kendali yang baik dalam menjaga pusaka lidah, hanya dimiliki mereka yang berjiwa suci.

Karena dari jiwa yang suci, lahirlah pikiran yang bersih, dan dari pikiran yang bersih tumbuhlah tutur kata yang baik.

Teringat sabda Baginda, “Jagalah diri kalian dari api neraka walau dengan sebelah kurma barang siapa tidak mendapatkannya maka dengan ucapan yang baik”

Semoga Gusti Allah memberikan kita kesaktian dalam mengendalikan Pusaka Lidah Penebar Kata.

sumber gambar : blogpopuler.com
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: