Ngarana ge Panon Lalaki

oleh Ferry Fadillah

"mata, kodratnya melihat keindahan"

Zaman berubah dari masa ke masa. Dari setiap perubahan masa, hadirlah manusia dengan cara-cara yang berbeda. Tahun ini tentu berbeda dengan tahun sebelumnya, dan sifat manusia tahun ini pun akan berbeda dengan sifat manusia tahun sebelumnya. Hasil perubahan dari masa ke masa inilah yang menyebabkan 2 hal, kemerosotan atau kemajuan.

***

Anugerah terbesar dari Tuhan adalah wanita. Selain anugerah, wanita juga termasuk kategori trio bencana : harta, tahta, wanita. Memang, tidak dapat dipungkiri, jika makhluk ini begitu indah, mereka berbeda dengan lelaki, memiliki hal-hal yang menjadi perbincangan hangat dari masa ke masa. Sayangnya, terkadang mereka menuntut hak yang sama seperti lelaki, tapi menjalankan kegiatan fisik sesuai kemampuannya saja.

Sudah bukan penampakan langka lagi jika, zaman sekarang ini, wanita menampakan putih atau hitam pahanya di muka umum, bukan hanya itu, terkadang menampakan belahan dada menjadi trend baru yang kian digemari. Kebiasaan (keteledoran?) menampakan ini tidak hanya milik wanita cantik semata, wanita bermuka kurang cantik atau bahkan buruk pun (cantik tergantung selera) kerapkali ditemukan membuka apa yang menjadi mahkotanya, seolah agar kaum pria tidak terlalu fokus ke wajah mereka.

Wanita tentu kesal jika ditonton bagian tubuhnya oleh lelaki. Memang ada beberapa yang kelainan sexual, sehingga merasa nikmat bila ditonton oleh lelaki, tetapi kita berbicara dalam lingkup wanita normal.

Kesal memang kesal, lantas apakah lelaki yang menonton dapat dipersalahkan.

***

Mata adalah indera kita yang unik dan sangat berharga. Dengan mata kita bisa melihat dunia dan menuliskannya dengan pena. Fungsi dari mata sendiri adalah melihat, melihat apapun, tapi harus berdasarkan hati nurani. Hancurnya iman juga disebabkan mata yang tidak bisa menahan kebebasannya dalam melihat, memang harus ada pengendalian dalam menggunakan indera ini.

Sekarang zamannya beda, setiap sudut jalan di kota dan desa selalu dipenuhi wanita yang biasa memperlihatkan paha dan belahan dada. Maaf kurang sopan memang, tapi ini adalah kenyataan, dan kita tidak akan pernah bisa lari dari kenyataan.

Dari kenyataan tersebut, mata lelaki selalu menjadi korban. Korban meluapnya nafsu dan hilangnya kendali diri. Bukankah melihat yang indah adalah sebuah kodrat yang tidak bisa di tentang, apalagi mata lelaki.

Saat berseliweran wanita dengan kategori yang sudah saya sebut, sudah dapat dipastikan lelaki akan membicarakan apa yang wanita tampakan, dan tentu sambil melihat secara sembunyi-bunyi.

Pada saat-saat itu, saya hanya bisa bicara dalam hati :Yahh, ngarane ge panon lalaki, naha lain pingpingna nu ditutup. (yahh, namanya juga mata lelaki, kenapa bukan pahanya yang ditutup).

Dan mungkin seiring berubahnya zaman, hal ini akan semakin menjadi-jadi, dan saya kembali berkata : Yahh, ngarane ge panon lalaki, naha lain pingpingna, xxx, xxx, xxx, xxx, jeung xxx nu ditutup.


Denpasar, 26 Mei 2010
sumber gambar : jarumsuntik.com

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: