Ujian Hanya Mengejar Nilai

oleh Ferry Fadillah

"ujian"

Ujian adalah sebuah ritual yang wajib ditempuh siswa dalam periode tertentu guna menilai kemampuan akademik yang telah diperoleh dari lembaga pendidikan. Bentuknya bisa beragam, tertulis maupun lisan.

Sepertinya, semua lembaga pendidikan di manapun saat ini telah meyakini bahwa ujian sebagai satu-satunya jalan untuk memperoleh ukuran kemampuan siswa dalam bidang akademik.

Penyelenggara SMP akan mengadakan ujian seleksi masuk bagi siswa SD yang ingin melanjutkan sekolahnya. Perguruan Tinggi akan mengadakan Ujian Saringan Masuk untuk menyeleksi siswa SMA yang mendaftar ke kampusnya. Semua memerlukan ujian, dan muara dari semua ujian adalah mendapatkan nilai yang sempurna.

Secara normatif nilai sempurna didapat dengan cara belajar tekun dan konsisten, tapi pada pelaksanaanya terkadang proses belajar seperti ini di nomor dua kan oleh mereka yang terbiasa mendewakan uang dan relasi khusus. Sudah bukan barang aneh jika kita mendengar seorang siswa yang membayar sekian rupiah untuk masuk sekolah tertentu, sudah lazim jika kita dengar ada siswa yang memanipulasi sertifikat prestasi untuk mendapatkan sekolah idaman, dan sudah biasa jika anak guru selalu mendapat jatah bersekolah ditempat kerjanya.

Karena yang menjadi tolak ukur keberhasilan siswa adalah nilai yang sifatnya material (matter=benda), maka tidaklah heran jika benda-benda pada zaman seperti ini seolah telah menjadi dewa yang diagungkan. Nilai didewakan, rupiah didewakan, rumah mewah didewakan, dan semua benda duniawi yang akan musnah pada akhirnya telah menjadi dewa dalam kehidupan semua orang.

Sejauh apapun cita-cita sebuah bangsa untuk melihat birokrasi di negaranya bersih dari korupsi akan pudar jika ternyata nilai material masih menjadi dewa dalam semua segi kehidupan. Padahal ada sebuah nilai yang terlupakan, nilai yang menjadi penentu bersihnya sebuah sistem birokrasi, dan kejayaan sebuah bangsa yaitu nilai kereligiusan.

Nilai Kereligiusan

Sifatnya abstrak, ghaib dan berada dalam hati manusia. Sulit memang untuk melakukan penilaian ini, karena manusia diberikan karunia untuk bermuka dua di depan orang. Kadang menjadi baik, kadang menjadi buruk.

Tapi jika kita benar-benar mengusahakan penilaian ini, maka bentuk-bentuk pedewaan kepada benda akan berangsur-angsur hilang dan musnah. Pada gilirannya kehidupan pendidikan akan dipenuhi dengan keriligiusan dengan kehidupan berorinetasi akherat.

Orientasi akherat disini bukan berarti seorang siswa melupakan kehidupannya di dunia, tetapi seorang siswa dalam bersikap selalu mengingat bahwa dirinya hanya hidup sekali dan nanti akan mati. Pola pikir seperti inilah yang akan merangsang siswa untuk lebih produktif dalam berkarya bagi kesejahteraan masyarakat dan berhati-hati dalam segala tindakan.

Nilai keriligiusan hanya dapat ditanam dan dinilai oleh guru yang bernilai religius pula. Guru yang melihat siswanya dengan penuh kekhawatiran akan masa depannya, sehingga berusaha seoptimal mungkin mengubah akhlaknya yang, mungkin, jahiliyah menjadi ilahiyah.

Nilai-nilai kerilgiusan saat ini biasanya berbentuk abjad dalam buku raport. Dan itu sama sekali tidak mewakili sikap seorang siswa selama menempuh pendidikan. Alangkah baiknya penilaian berbentuk deskripsi ringan mengenai sikap seorang siswa selama menempuh pendidikan, dan deskripsi ini hanya dapat terwujud apabila guru benar-benar perhatian kepada siswanya.

Dari Guru yang mengajar dari hati, maka hadir pula siswa yang bekerja dengan hati, karena buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.

sumber gambar : www.matanews.com

, ,

  1. Nilainya Ataukah Ilmunya « Hanya Blog Biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: