Pemimpin Ideal bagi NKRI

Oleh Ferry Fadillah

Indonesia tanah tanah air beta

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

S’lalu dipuja-puja bangsa

Begitulah sepenggal lagu dengan judul Indonesia Pusaka, yang tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Lagu ini biasa terdengar pada upacara bendera di pagi hari, pada saat tenggang waktu pergantian acara di RRI, dan pada saat anak-anak TK lantunkan sebelum memulai pelajaran.

Dalam penggalan lagu di atas ada sebuah realita bahwa dari dahulu hingga sekarang negara kita selalu di puji oleh bebagai bangsa. Mengapa bisa? Lihat saja negara ini, minyaknya melimpah ruah, emas bertebaran membentuk bukit dan gunung, timah berserakan, harta karun berjatuhan di laut jawa, pohon-pohon besar tumbuh liar di hutan, hewan-hewan banyak yang gemuk dan berbulu lebat, dan panorama alam yang indah bagai di negeri para dewa.

Tapi rakyat banyak yang sengsara, ada apa ini?

Akhir-akhir ini saya baru sadar bahwa yang bangsa lain puji adalah negara kita, bukan warga negaranya! Jadi jangan heran jika TKI kita diperlakukan semena-mena di negara lain, janganlah terpukau jika pekerja indonesia dihina oleh pengusaha asing, jangan berkerut dahi jika tetangga kita mencaplok pulau yang kaya minyak, dan jangan uring-uringan jika gunung emas kita diangkut oleh neo- kompeni.

Pemimpin Ideal

"Istana Bogor yang mewah dan wah"

Pemimpin seperti Ir. Soekarno, yang berani meneriakan go to hell with your aid kepada Amerika, adalah langka di negeri ini. Sosok pemimpin yang benar-benar ingin menjadikan indonesia BERDIKARI tanpa ada intervensi asing memang ada, tapi sulit untuk ditemukan. Langka bukan berarti tidak ada, bukan? Tapi tetap saja Pak Karno masih memiliki kekurangan dalam memimpin, dan begitupun manusia, tidak akan ada yang sempurna.

Saya, sebagai rakyat biasa, sangat memimpikan pemimpin yang begitu memperhatikan rakyat dibanding gedung-gedung pemerintahan yang begitu megah, kendaraan-kendaraan raja dan permaisuri pemerintah yang begitu mengkilap, dan pertemuan-pertemuan elit politik yang begitu mahal. Pemimpin yang memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, buka keindahan halaman negara ini (tugu-tugu, istana, gedung-gedung dll), padahal rakyatnya menjerit dalam kesusahan.

Agar anda memiliki mimpi yang sama seperti saya marilah simak kisah di bawah ini.

Khalifah Umar

Kisah pertama :

Diceritakan dari Anas bin Malik, bahwa perut Umar bin Khatab pada suatu saat berbunyi, lantaran beliau hanya memakan minyak pada musim paceklik saat itu. Sebelumnya, Umar memang telah mengharamkan mentega untuk dirinya. Beliau tidak mau memakannya, karena beranggapan bahwa makan itu tergolong mewah.

“Engkau berbunyi karena tidak terisi. Maafkan aku, tak ada sesuatu untukmu sebelum masyarakat hidup makmur,” kata Khalifah sambil mengetuk perutnya yang kosong.

Kisah kedua :

Diceritakan, berita tentang keadilan dan kebijaksanaan Umar dalam memimpin sautu negara sampai ketelinga Kaisar Romawi. Maka, dia mengutus seorang pengawal pergi ke Madinah guna membuktikan kebenaran berita tersebut. Dan ingin mengetahui lebih dalam lagi bagaimana cara Umar dalam memerintah, sejauh mana kedekatannya dengan masyarakat, serta sejauh apa cinta rakyat kepadanya.

Ketika memasuki Madinah, utusan itu bertanya kepada seseorang, “mana rajamu?”

“Kami tidak mempunyai raja. Yang kami miliki adalah amir. Pada saat seperti ini, biasanya beliau sedang berkeliling madinah,” jawab orang itu.

Tanpa menunggu lebih lama, pengawal tersebut langsung berjalan mencari Umar. Dan ternyata, sang Khafilah sedang tidur dibawah terik matahari beralaskan pasir. Ia menjadikan tongkatnya sebagai bantal penyangga kepala, dan terlihat keringat mengucur dari keningnya.

Mendapati kenyataan diahadapannya, hatinya hancur, “Beginikah keadaan seorang lelaki yang kekuasannya terbentang demikian luasnya, seorang raja yang ditakuti oleh seluruh penguasa di segala penjuru. Engkau telah berbuat adil wahai Umar sampai-sampai engkau merasa aman tidur dimana saja sesuka hati. Aku bersaksi bahwa agamamu adalah benar. Seandainya aku bukan seorang utusan, pasti aku sudah memeluk agamamu. Aku akan kembali dahulu dan mengabarkan apa yang aku saksikan pada Kaisar Romawi, dan setelah itu, aku akan masuk Islam, “ ucap utusan itu.

***

Coba anda bayangkan jika Indonesia dipimpin oleh sesorang yang berkepribadian seperti Khalifah Umar. Cukup bayangkan, tidak perlu dicari! Sulit menurut saya jika harus mencari jarum dalam tumpukan jerami.

Marilah kita berdoa dan kembali bermimpi..

"Masih banyak saudara kita tinggal di sini"

2 buah kisah di atas dikutip dari buku karangan Ustadz Ahmad Al-Habsyi yang berjudul Kisah-kisah Muslim yang kaya dan sukses.
sumber gambar : http://www.matanews.com dan www.primaironline.com

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: