Jodi, menyeimbangkan hidup membentuk tubuh ideal

"Jodi setahun yang lalu : tengah"

Kacamata yang selalu ia gunakan setiap perkuliahan tentu membuat setiap orang beranggapan bahwa ia seorang kutu buku. Ditambah lagi, cara berbicara, berpakaian dan bersikap yang intelek tentu membuat kesan bahwa ia adalah seorang mahasiswa yang berprestasi dalam perkuliahan. Faktanya, ia lebih dari itu.

Jodi Budy Prakosa adalah nama yang tertera pada akte kelahirannya. Teman-teman maupun dosen biasa menjulukinya ‘Jodi si Instruktur’. Waktu luangnya biasa ia gunakan untuk berlatih digymnasium. Ia tidak egois dan sibuk melatih dirinya sendiri, namun ia juga menjadi inspirator dan guru bagi teman-temannya yang ingin mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Jodi adalah salah satu mahasiswa kedinasan di kota denpasar dengan bentuk tubuh yang paling mencolok. Bukan cacat maupun kelainan tentunya. Tetapi bentuk tubuh yang kokoh, kekar, kencang dan ideal. Sebuah hal yang jarang sekali terlihat di kalangan mahasiswa kost-kostan dengan uang makan pas-pasan.

Walapun perkuliahan mau tidak mau menjadikan seorang mahasiswa disibukan oleh setumpuk tugas, namun ia dapat menjadi Pemenang Pre Audisi L-men Of The Year 2010 di Bali. Sontak saja hal ini menjadi sebuah berita gembira bagi teman-teman seperkulihannya. Berkali-kali dosen, saudara, dan teman-temannya mengucapkan selamat atas prestasi tersebut. Tawaran untuk menjadi foto model dan bintang iklan pun sudah ia kantongi. Tentu hal tersebut merupakan nilai tambah tersendiri bagi prestasinya.

Semua Butuh Proses

Tidak semua yang ada di hadapan kita terjadi tanpa ada proses yang menjadikannya. Begitu pula dengan Jodi. Otot kencang, perut six pack, dan bahu yang tegap ia peroleh dari hasil berlatihnya selama 1 tahun.

Pertama kali berkuliah di Universitas Negeri Semarang, Jodi memiliki tubuh yang begitu kurus. Satusnya sebagai anak kost, mempertambah buruk berat tubuhnya, maklum menjadi anak kost tentu berbeda dengan anak rumahan yang selalu disediakan makanan.

Sindiran dari teman-teman dan keluarganya selalu diterima Jodi. Namun hal itu tidak menjadikannya minder, malah ia menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk memulai perubahan.

Di awal-awal semester ia selalu tekun menjalankan program fitness. Tidak lupa pula ia mengkonsumsi makanan bergizi dan suplemen sebagai tambahan. Majalah mengenai kesehatan ia baca dan praktikan. Alhasil belum setahun ia menjalankan rutinitas tersebut, ia dapat memenangkan Top Ten Body Contest yang diselenggarakan oleh Gardenia Sport Center Semarang pada tahun 2009.

"Jodi saat ini"

Hidup Seimbang

Kata kunci dari segala kesuksesan adalah seimbang. Jodi yang memiliki jadwal padat di kampus tentu harus dapat menjaga keseimbangan antara belajar, berolahraga dan beribadah. “Untuk mencapai keseimbangan inilah, maka siapapun harus dapatmemanage waktu”, begitulah menurut Jodi.

Ketika keseimbangan itu terjadi maka kesuksesan adalah sebuah hadiah bagi kita. Dan tentu di dunia yang dimiliki jodi sekarang, pasti mudah menemukan hal-hal negatif, maka ia berpesan kepada siapapun yang memasuki dunia binaraga agar selalu menghindar dari sex dan pergaulan bebas.

Ada sebuah moto yang selalu di pegang erat oleh Jodi, dan moto inilah yang senantiasa ia yakini dan praktikan dalam kehidupan.

“Kesehatan adalah anuerah Tuhan. Menjaga kesehatan adalah salah satu cara bersyukur atas nikmat kesehatan.”

ditulis oleh Ferry Fadillah

, , , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: