Seminar Nasional : Ekonomi Syariah

KRISIS global yang terjadi beberapa waktu lalu sangat mempengaruhi kesejahteraan rakyat di negara maju maupun berkembang. Sehingga muncullah anggapan, bahwa sistem keuangan konvensional tidak bisa menyelesaikan permasalahan ekonomi dunia saat ini dan di saat yang akan datang.

Islam sebagai agama yang komprehensif dan universal memiliki kunci dari semua permasalahan tersebut. Sistem ekonomi Islam yang menitikberatkan pada sektor riil banyak dilirik dan dikembangkan oleh para ekonom  muslim. Tidak heran bila di negeri ini bermunculan bank-bank yang bertemakan syariah.

Berdasarkan atas hal ini, SELF KSEI Universitas Udayana mengadakan seminar nasional yang bertajuk KENALI EKONOMI SYARIAH SEBAGAI PILIHAN MASA KINI di Bank Indonesia, Denpasar (09/05/2010). Tujuan dari seminar ini sebenarnya untuk memberikan informasi dasar kepada mahasiswa dan masyarakat umum tentang ekonomi syariah.

“Tujuan dari seminar ini adalah untuk memberikan informasi dasar kepada masyarakat umum mengenai ekonomi syariah sehingga dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari”, kata M. Hafid Fitrayansyah dalam sambutannya selaku CEO ICON.

Pada sesi pertama seminar ini, M.A Suharto (Kepala Kanwil IV PT Bank Syariah Mandiri) memberikan materi dengan judul Selayang Pandang Ekonomi Syariah. Dengan gayanya yang santai, ia berhasil memukau dan memberikan pehaman mengenai perbedaan mendasar Bank Konvensional dan Bank Syariah.

Yang membuat hati beliau miris adalah, Indonesia yang begara mayoritas muslim ternyata membutuhkan waktu  yang lama agar Undang-Undang Syariah terbentuk. Meskipun undang-undang syariah baru terbentuk pada tahun 2008 dan pada umumnya bank syariah di Indonseia baru berdiri sejak tahun 90an, ia tetap optimis bahwa Bank Syariah akan memaikan peranan yang vital dalam perkembangan ekonomi di Indonesia.

Setelah isoma (istirahat, sholat, makan) acara dilanjutkan dengan materi yang berjudul Melirik Investasi Syariah : Emas Sebagai Pilihan Masa Kini, yang dibawakan oleh Ir. H. Adiwarman A. Karim, SE, MBA, MAEP.

Beliau menjelaskan beberapa aspek yang menjadikan emas sebagai pilihan investasi, yaitu aspek syariah, bisnis dan akuntansi. Gadai emas sendiri merupakan gabungan antara 2 akad yaitu akad Rahn (Tabarru’) dan Ijarah.

Investasi gadai emas syariah yang sedang trend di masyarakat saat ini, kurang dibahas oleh beliau. Tetapi peserta seminar terbantu oleh Majalah Sharing, yang menjelaskan dengan detail mengenai investasi gadai emas syariah ini.

Di akhir materi, Insinyur yang dipanggil Adi ini memberikan motivasi kepada peserta diskusi.

Ada 2 negara yang dijadikan objek studi Islam oleh universitas-universitas barat. Yang pertama adalah Andalusia, Islam pertama kali masuk ke andalusia melalui penaklukan kota tersebut, islam lah yang membawa pengaruh pergerakan-pergerakan di eropa yang pada saat itu berada pada zaman kegelapan, namun hari ini kita hanya dapat melihat reruntuhan peradaban islam di sana, dan islam sudah tidak bersisa sama sekali. Yang kedua adalah, Indonesia, Islam masuk ke negara ini tanpa perang, hanya perantara pedagang-pedagang arab, dan kita bisa lihat hari ini bahwa Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Kenapa Allah memberikan banyak hidayahnya di negara ini? mungkin saja negara ini akan menjadi jaya, menjadi mercusuar dunia. Negara-negara arab telah menjadi mercusuar dunia pada saatnya masing-masing. Sekarang giliran negara kita, Indonesia, yang akan menjadi mercusuar dunia”, ucapnya dengan penuh semangat. Sontak saja peserta yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah.(FE/DPS/110510)

.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: