Hukum Kekekalan Kejahatan :Orang Jahat Akan Selalu Ada, Itu Pasti!

"siang dan malam, kejahatan akan selalu ada"

Masihkah anda ingat pelajaran SMP mengenai Hukum Kekekalan Energi yang berbunyi : ”Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan.” Memang hukum ini masih mengundang kontrovesi, dari kalangan ilmuwan sendiri ada yang pro dan kontra, tapi biarlah mereka yang memiliki kapasitas sebagai ilmuwan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, kita–sebagai awam–hendaknya menunggu dan meyakini teori yang paling rasional dan ilmiah saja.

Saya sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Saya hanya terinspirasi oleh Hukum yang dikemukakan oleh James Prescoot Joule tersebut. Setelah memutar otak beberapa lama saya pun dengan berani menyatakan sebuah hukum, yaitu Hukum Kekekalan Kejahatan.

“Kejahatan dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain serta berpindah dari satu manusia ke  manusia lain tetapi kejahatan tidak bisa diciptakan (oleh Tuhan) ataupun dimusnahkan (oleh Tuhan).” Kurang lebih beginilah hukum yang keluar dari otak saya ini. Mungkin anda berpikir bahwa hukum ini adalah sebuah lelucon, sesat bahkan bodoh. Oleh karena itu marilah kita kaji secara mendetail.

Meninjau Hukum Kekekalan Kejahatan

“Kejahatan dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain…”

Sebenarnya hal ini jelas bagi kita. Kita ambil contoh bentuk kejahatan terhadap Tuhan yang dinamakan syirik (mempersekutukan Tuhan dengan makhluk lain). Pada zaman Jahiliyah dahulu di jazirah arab, bentuk kejahatan ini dengan jelas tercermin dengan perbuatan orang arab yang menyembah berhala. Sekarang tentu seorang muslim tidak akan terang-terangan menyembah berhala, tetapi bentuknya lebih canggih lagi, seperti mempercayai sebuah benda kecil memiliki kekuatan tertentu, mempercayai ramalan primbon, mempercayai kartu tarot, mempercayai ramalan ‘dukun artis’ dan yang sekarang lagi trend adalah horoscope. Bentuknya beragam, mulai dari yang sifatnya mistik sampai yang dipoles dengan gaya anak muda sehingga dianggap sebagai trend zaman modern.

“…berpindah dari satu manusia ke manusia lain…”

Kita ambil contoh kehidupan di dunia pendidikan. Ada seorang guru dan beberapa murid. Seorang penjahat intelek tentu akan dengan mudahnya mendoktrin masyarakat awam– yang tidak berfikir kritis. Mereka akan dengan mudahnya meng-aminkan segala macam ajaran guru penjahatnya, semenjak ajarannya seolah-olah ilmiah dan rasional. Alhasil, mereka akan melakukan segala tindak kejahatan yang dilakukan guru penjahat mereka, misal : perompakan kapal, pemerkosaan berjamaah, perampokan toko emas, aliran sesat dan seabagainya.

“…tetapi kejahatan tidak bisa diciptakan (oleh Tuhan)..”

Anda pasti setuju jika saya berkata bahwa Tuhan itu Maha Baik. Dan anda pasti akan men-cap saya sebagai seorang yang sesat apabila saya mengatakan Tuhan itu Maha Jahat. Doktrin agama pada umunya selalu menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang baik, dan segala keburukan yang menimpa kita selalu dilimpahkan sebagai kesalahan kita sendiri. Dari pemahaman ini saja kita tentu setuju bahwa Segala Yang Baik tentu tidak akan pernah menciptakan kejahatan. Namanya saja Segala, pasti tidak ada pengecualian.

“…ataupun dimusnahkan (oleh Tuhan)…”

Saya sempat bingung sendiri dalam mengkaji kalimat ini. Akhirnya saya teringat akan kisah Iblis yang tidak menuruti perintah Tuhan untuk bersujud kepada manusia. Disini, apakah Tuhan tidak memiliki kuasa agar Iblis bersujud kepada manusia? Jika kita ibaratkan Iblis sebagai simbol kejahatan, apakah Tuhan tidak memiliki kekuatan untuk memusnahkan cikal bakal kejahatan di muka bumi tersebut? Tentu kita sudah sepakat bahwa Tuhan itu Maha Mengetahui apa yang tidak ketahui, dan Tuhan itu Maha adil.

Di dalam kasus ini, menurut saya, Iblis telah diberi kebebasan oleh Tuhan untuk memilih jalannya sendiri, menjadi makhluk mulia atau menjadi makhluk terkutuk. Dan menurut ajaran di dalam kitab suci, ternyata iblis menggunakan hak memilihnya untuk menjadi makhluk terkutuk.

Jadi–masih menurut saya–Tuhan itu memang memiliki kekuasaan untuk menghancurkan segala kejahatan di muka bumi, tapi Dia memberikan kita hak untuk memilih menjadi jahat atau baik. Tuhan memfasilitasi mereka, yang menggunakan hak memilih untuk menjadi orang baik , dengan diturunkannya Kitab suci melalui nabi-nabi.

Inti Hukum Kekekalan Kejahatan

Hukum ini jelas menggambarkan bahwa kejahatan di dunia itu akan selalu eksis sampai kapanpun, karena memang itu hukumnya. Mungkin anda kurang sependapat atau bagaimana, yang jelas ini hanya pemikiran saya—yang masih butuh banyak belajar.

Dengan adanya kepastian ini, maka orang-orang yang selalu mengganggap dirinya paling shaleh dan paling suci harus lebih berhati-hati lagi dan harus lebih rendah diri, mungkin saja sekarang mereka shaleh tapi bagaimana dengan mereka di masa depan. Masa depan itu masih absurb dan ghaib. Apakah kita bisa menjamin mereka akan selalu hidup dalam keshalehan mereka ?

Bagi para pendakwah, hukum ini bukanlah sebuah angin pesimistis, hanya saja saya berusaha memutar otak para pendakwah yang selalu berambisi ( dalam arti yang negatif) dalam berdakwah, kapanpun dan dimanapun selalu berdakwah, dan terkadang menyakiti hati orang yang di dakwahkan. Memang perkataannya benar, tapi apakah cara yang digunakan sudah baik? Benar bukan berarti baik, dan baik sudah pasti benar. Akan selalu adanya orang jahat di dunia, maka gunakan pula cara berdakwah yang baik, bukan malah menjadi bagian dari keburukan.

Saya pernah bertanya kepada seorang ustadz, “Pak, jika melihat bahwa kejahatan itu akan selalu ada sampai hari kiamat nanti. Apakah yang seharusnya pendakwah lakukan hari ini?”

Dengan bijak beliau berkata, “Nabi nuh beratus-ratus tahun berdakwah, tapi hanya sekitar 70-an orang pengikutnya. Berdakwah tiada henti tetap semangat dan sabar serta mohon pertolongan Allah.”

Berdakwah itu wajib. Jadi kewajiban itu tidak akan hilang sampai kapan pun. Justru klo dah mendekati kiamat tambah banyak orang jahat karena ilmu akan dicabut dari manusia. Jadi pendakwah saat ini harus terus berdakwah”, tambah teman saya yang pernah menikmati suasana pesantren di Purworejo, Jawa Timur.

Sekarang semuanya tergantung anda.

Ferry Fadillah, Denpasar, 29 April 2010

, , , , , ,

  1. #1 by Reyditia Tri Putra on April 29, 2010 - 15:57

    Assalamu’alaykum wr. wb.
    Secara garis besar saya setuju dengan apa yang bung Ferry tulis. Namun adapun yang ingin saya sanggah yaitu kalimat “…ataupun DIMUSNAHKAN oleh Tuhan..” Saya kurang setuju dengan kalimat tersebut. Alasannya adalah bahwa Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu sehingga tidak mungkin ada hal yang tidak bisa dikehendaki oleh-Nya. Gambarannya adalah sebagai berikut, contohnya seorang pencuri yang tertangkap oleh polisi dan dihukum secara norma hukum. Itu terjadi atas dasar kekuasaan dan ridho Allah swt bukan semata-mata HANYA kerja keras manusia. Walaupun tentunya kejahatan itu tidak akan pernah terhapuskan atau dihapuskan dari muka bumi. Ibarat ada api ada air, ada laki-laki ada perempuan, begitu juga dengan ada kebaikan maka ada kejahatan pula.
    Kemudian yang kedua tentang penafsiran Anda mengenai iblis yang membangkang itu mungkin adalah benar (wallahu’alam). Namun saya juga memiliki pemikiran bahwa pada dasarnya iblis memang diciptakan dalam keadaan ‘biadab.’ Jadi ya menurut saya MUNGKIN memang rencana, takdir mutlak, dan ridho Tuhan bahwa iblis akan menjadi pembangkang hingga hari akhir nanti.
    Saya pernah membaca repost dari seorang teman mengenai pendapat Albert Einstein. Menurutnya, “Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.” Mungkin agak berbeda pemahaman beliau dengan saya yang mengatakan bahwa saya berpendapat kejahatan itu atas dasar ridho Illahi bukan merupakan ketidakkuasaan-Nya.
    Pastinya banyak kekurangan dari apa yang saya utarakan dan terima kasih. Semoga Allah swt senantiasa merahmati kita semua amiyn ya rabbal ‘alamiyn.
    Wassalamu’alaykum wr. wb.

    • #2 by Ferry Fadillah on April 30, 2010 - 09:37

      kan sudah saya jelaskan, bahwa memang Tuhan itu Maha Kuasa tapi ia memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih, dia telah menurunkan Kitab, dan di situlah manusia yang baik akan memakainya, dan manusia jahat akan mencampaknya..🙂

      mengenai Albert Einstein..
      itu terserah dia lah mau berpendapat apa

      salam damai🙂

      Nah, anda berpendat bahwa Iblis memang diciptakan Biadab? benar kan. klo begitu setiap orang yang kafir dan pasti masuk neraka itu apa memang sudah diciptakannya seperti itu. tentu tidaklah? sungguh tidak adil, manusia sudah macam program komputer, neraka dan surga sudah ditentukan dari Tuhan, tidak adil bukan?
      karena Ia maha adil maka ia memberikan kebebasan kepada iblis, untuk memilih : menjadi terkutuk atau mulia.

  2. #3 by tristi on April 29, 2010 - 18:03

    assalamualaikum

    hmmm, fer. emang bener tu, kalau orang yang nggak beriman kepadanya selalu ada. bahkan walaupun suatu negara bersistem Islam, mayoritasnya bukan orang2 yang ngerti betul sama Islam (tetapi dalam susunan pemerintahannya so pasti lah orang yang bener2 ISLAM). gitu deh fer kalau liat dari sistem negara madinahnya Nabi Muhammad SAW, dan sebagai seorang Islam yang mengikuti sunnah nabi kita harus mengamini hal tersebut bukan dan mengaplikasikannya ke dalam dimensi masa kini?

    coba liat deh qs. 17:89
    “dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam al-Qur’an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya..”

    emang udah ditetapin dalam al-Qur’an. kebanyakan orang ketika didakwahi memang membangkang terhadap ajaran al-Qur’an yang murni.

    lalu kenapa sih kita harus berdakwah?
    tujuannya bukan mengIslamkan seluruh warga di dunia ini. selain menyelamatkan orang terdekat kita dari ganasnya api neraka, kita juga sekaligus mencari orang berkompeten untuk membangun peradaban berlandaskan Islam sepenuhnya.

    wallahualam bish shawab🙂

    • #4 by Ferry Fadillah on April 30, 2010 - 09:42

      iya sih harus mengaminkan dan menerapkan, tris
      membangun peradaban berlandaskan Islam penuh, itu tugas berat para pendakwah..

      sebenernya ini tuh hasil dari kekesalan kepada mereka yang berdakwah seolah lebih suci dari manusia lainnya

      terima kasih atas tanggapannya, tris🙂

      • #5 by tristi on May 1, 2010 - 13:55

        berdakwah seolah lebih suci?
        hmmmm
        yahahay

        semoga saya dan kita semua nggak pernah kayak gitu ya fer

    • #6 by Ferry Fadillah on May 2, 2010 - 02:29

      aminn..

      saya korban. soalnya. hehe

  3. #7 by secret knight on May 1, 2010 - 07:25

    kajahatan kekal?
    nanti pas kiamat juga bakalan hilang tuh yang namanya kejahatan.

    • #8 by Ferry Fadillah on May 1, 2010 - 12:36

      di neraka yang berada di negeri akherat masih ada kan orang jahat, dan mereka bertempat di neraka🙂

  4. #9 by nipz on May 11, 2010 - 10:22

    korban apaan maksudnya fer?
    oya fer cuma mw sedikit komentar
    setiap orang lahir di dunia kan fitrahnya baik, cuma tergantung orang tua yg mendidiknya + lingkungannya
    trus iblis juga kan tempat asalnya kan di surga, tapi karena ada peristiwa adam dan buah khuldi, mereka jadi pindah ke neraka
    nah menurut saya sih,sebenanya kita bisa menciptakan lingkungan yang baik, asal kita bisa menjadi teladan bagi diri kita dan juga org lain
    udah gitu kalo kejahatn kan terjadi bukan karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan

    nah sebenarnya kejahatan bisa kita musnahkan dengan cara kita mempunyai sistem hukum yang membuat semua orang takut untuk berbuat kejahatan, misal di Cina diberlakukan hukum gantung bg para koruptor, hasilnya?
    pejabat Cina jarang ada yang korupsi, trus Cina bisa menjadi negara maju

    segitu deh komen nya
    hatur thank u…

    • #10 by Ferry Fadillah on May 12, 2010 - 01:00

      ada yg nyeramahin saya tapi cara ngomongnya sok sok-an, yang ada bukan tergugah tapi marah..
      hehehe
      ada-ada saja kan, sangat penting tampaknya ilmu komunikasi diterapkan oleh para pendakwah..

      iya sih, bisa tapi terlalu idealis menurut saya..
      reallita nya sampai alam akhirat nanti orang jahat akan tetap ada, hanya saja berbeda peran dan wujud, yakni di neraka

      hatur nuhun parantos mampir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: