Hal Kecil, Rumah Sakit dan Hal Besar

Hari ini tidak biasanya Kota Denpasar kehilangan cahaya mentari dari Tuhan Yang Maha Esa. Hujan deras bersambung hujan rintik datang bergantian dari pagi hingga senja. Tentu hal ini tidak membuat semua warga kota meninggalkan aktivitas mereka, toh hujan hanyalah air, bukan batu yang dapat melukai tubuh seseorang hingga memar dan mengucurkan darah.

Bagi kami, mahasiswa , hujan merupakan sebuah kekhawatiran. Karena hujan adalah sebuah sinyal yang menandakan bahwa : cucian akan semakin menumpuk!. Tapi tentunya jasa laundry –yang biasanya tumbuh di daerah kost-kostan– telah meminimalisir tenaga yang harus kami keluarkan walaupun harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

——————————–

Alksiah di sebuah kampus kecil di Kota Denpasar, seorang anak bernama Herjuno berniat makan siang di kantin pada saat jam istirahat tiba. Hujan besar yang masih saja mengguyur kota ini sempat mengurungkan niat beberapa mahasiswa, termasuk Herjuno, untuk membeli makan siang. Maklum, kelas kami berada di lantai 3, dan kantin berada jauh di dekat masjid, perjalan menuju ke sana mestilah menempuh beceknya jalan beraspal dan serangan hujan dari langit tanpa atap.

Bagaimanapun kondisinya, ternyata jeritan perut telah menjadi motivator kuat bagi kami untuk menerobos hujan yang lebat. Berbagai cara kami tempuh menuju kantin, ada yang berlari sambil mengenakan jaket, ada yang berjalan santai sambil mengenakan jas hujan dan ada yang nekat berlari sekencang mungkin tanpa mengenakan pelindung hujan. Herjuno ternyata lebih memilih cara ke-3, berlari tanpa pelindung hujan, ia bergerak cepat seperti kijang, lompat ke sana ke mari. Sialnya, entah lompatana keberapa, ia menginjak paku kecil yang tajam. Langkah lincahnya itu terhenti di sebuah gardu listrik. Disana ia membuka sepatunya.  Setelah membuka sepatu, ia dapati darah yang deras mengalir dari telapak kakinya. Ia gelisah, pucat dan butuh bantuan. Akhirnya seorang teman memapah ia kembali ke kampus. Sungguh nahas nasibnya, niatan mengisi perut dengan nasi malah ‘mengisi’ telapak kaki dengan paku.

——————————–

"perban pada luka"

Karena paku selalu identik dengan tetanus, maka pada malam harinya Juno bertanya kepada mbah google mengenai gejala-gejala tetanus. Merasa ada gejala yang serupa, ia pun meminta temannya agar menemani ia ke Rumah Sakit. Suntikan, jahitan dan obat diberikan oleh pihak rumah sakit kepada Juno. Teman yang satunya lagi pastilah mengurusi biaya administrasi perawatannya. Dan teman Juno ini kaget bukan main. Kenapa? Karena biaya administrasi mencapai Rp 600.000,00 !. Saya sendiri tertawa melihat angka ini, lucu memang, paku yang begitu kecil, telah menyakiti sosok manusia yang begitu besar, dan menghasilkan biaya yang besar pula.

Tentulah biaya medis seperti itu wajar. Karena, mungkin, harga obat-obatan sangatlah mahal. Maklumlah di negeri ini untuk berobat saja susahnya bukan main. Biaya yang selangit bisa membuat orang miskin memilih mati perlahan dari pada harus terlilit hutang dengan pihak rumah sakit. Tampaknya negeri ini butuh sekali mereka yang bersedia menjadi abdi negara (bekerja tanpa upah) di bidang kesehatan, siapapun ia, pasti rakyat akan berterima kasih banyak kepadanya.

Hal kecil, rumah sakit, dan hal besar. Sebuah paku kecil telah mengantarkan seorang mahasiswa ke rumah sakit untuk mejumpai biaya besar. Kecil jadi besar. Tampaknya kita benar-benar tidak bisa menganggap remeh hal kecil di manapun dan kapanpun kita berada. Seperti paku kecil, di siang hari pastilah semua orang dapat dengan mudah menghindarinya. Tapi di saat hujan? Paku kecil tidak lebih seperti seekor predator yang siap menerkam mangsanya.

Mungkin hal kecil banyak sekali diremehkan. Namun saya sekarang sadar bahwa hal kecil itu memang kadang luput dari perhatian kita, tapi dari ketidak perhatian kita terhadap hal kecil lah yang akan menjadikan kita dibuat harus memperhatikan hal kecil tersebut.

Ferry Fadillah

Denpasar, 20 April 2010, sehari menjelang Hari Kartini

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: